BEKASI.POJOKSATU.ID - KPU Kabupaten Bekasi mencatat lonjakan signifikan jumlah pemilih berdasarkan hasil pemutakhiran data pemilih berkelanjutan triwulan I tahun 2026.

Jumlah pemilih kini mencapai 2.437.228 jiwa, meningkat drastis dibandingkan Daftar Pemilih Tetap pada Pilkada 2024.

Pada Pilkada 2024 lalu, jumlah pemilih tercatat sebanyak 2.251.856 jiwa. Artinya, dalam kurun waktu tersebut terjadi kenaikan hampir 190 ribu pemilih, yang menjadi sorotan penting bagi penyelenggara pemilu.

Ketua KPU Kabupaten Bekasi, Ali Rido, mengungkapkan bahwa selisih tersebut menunjukkan pergerakan data pemilih yang cukup signifikan dalam waktu relatif singkat.

Baca Juga: WFH ASN Bekasi Berpotensi Berubah ke Jumat, Kecamatan Bantargebang Masih Tunggu Edaran Resmi

“Kalau kita bandingkan di DPT pada Pilkada terakhir 2.251.856, dan sekarang 2.437.228, selisihnya luar biasa hampir 190 ribu,” ujar Ali Rido, dikutip dari Radar Bekasi, 3 April 2026.

Ia menjelaskan, lonjakan ini merupakan hasil dari proses pemutakhiran data pemilih berkelanjutan yang dilakukan secara rutin setiap tiga bulan, sesuai dengan ketentuan dalam PKPU Nomor 1 Tahun 2025.

Dalam proses tersebut, KPU tidak hanya menambahkan data pemilih baru, tetapi juga melakukan verifikasi ketat terhadap data yang masuk.

Pada triwulan pertama 2026, tercatat sebanyak 30.670 data pemilih baru diterima dari KPU RI.

Baca Juga: Beda dengan Pemerintah Pusat, Bekasi Terapkan WFH ASN Setiap Rabu

Namun, setelah melalui proses verifikasi, sekitar 11 ribu data dinyatakan tidak valid karena berbagai faktor, seperti data ganda, pemilih yang telah meninggal dunia, hingga status sebagai anggota TNI dan Polri.

“Dari 30 ribu data pemilih baru dari KPU RI, 11 ribu itu terdapat data-data yang anomali, ganda, meninggal, dan lain sebagainya,” jelasnya.

Dengan demikian, jumlah data yang benar-benar masuk dalam daftar pemilih pada triwulan I 2026 hanya sekitar 19 ribu pemilih baru.

Ali menambahkan, jika dibandingkan dengan triwulan IV tahun 2025, pergerakan jumlah pemilih juga menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dalam waktu tiga bulan.

“Pergeseran dari data triwulan 4 2025 sebanyak 2.418.196, menjadi saat ini triwulan pertama 2026 di angka 2.437.228, terdapat lonjakan data yang sangat luar biasa hampir kurang lebih 19 ribu sekian,” ungkapnya.

Menurutnya, lonjakan ini menjadi catatan penting bagi KPU dalam menjaga akurasi dan validitas data pemilih ke depan, terutama sebagai persiapan menuju Pemilu 2029.

“Ini menjadi catatan untuk kami memelihara dan memutakhirkan validitas data tersebut untuk kebutuhan di Pemilu 2029 nanti,” pungkasnya.***