BEKASI.POJOKSATU.ID - Dampak bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Bekasi sepanjang Januari hingga awal Februari 2026 tercatat mengkhawatirkan.
Data BPBD Kabupaten Bekasi menunjukkan puluhan ribu keluarga terdampak banjir, longsor, dan angin kencang yang terjadi secara beruntun dalam satu bulan terakhir.
Berdasarkan data resmi BPBD per 3 Februari 2026 pukul 12.00 WIB, sebanyak 23.687 kepala keluarga terdampak banjir yang tersebar di 28 desa dan sembilan kecamatan.
Baca Juga: Stasiun Bekasi Ditata Ulang, PKL Ditertibkan, Warga Dijanjikan Kawasan Lebih Nyaman
Dari jumlah tersebut, 755 kepala keluarga sempat mengungsi akibat rumah mereka terendam atau berada di zona rawan bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, Muchlis, menyebut bencana hidrometeorologi yang terjadi kali ini termasuk kompleks karena terjadi hampir bersamaan di berbagai wilayah.
“Dalam satu bulan terakhir, Kabupaten Bekasi mengalami banjir, longsor, dan angin kencang. Total ada 112 titik kejadian,” ujar Muchlis dalam rapat koordinasi penanganan bencana, Rabu 4 Februari 2026.
Baca Juga: Pergerakan Tanah Rusak Rumah Warga di Bekasi, BPBD Tegaskan Ini Tanggung Jawab Pengembang
Ia menjelaskan, pada pertengahan Januari 2026, tercatat sebanyak 17 kecamatan terdampak banjir.
Seiring berjalannya waktu dan penurunan debit air di sejumlah wilayah, kondisi mulai berangsur membaik.
Namun hingga awal Februari, masih terdapat lima kecamatan yang terdampak banjir dan tiga kecamatan mengalami longsor, yakni Bojongmangu, Serang Baru, dan Tambun Utara.
Baca Juga: Kemacetan Stasiun Bekasi Jadi Sorotan, Ini Langkah Pemkot Bekasi untuk Menguranginya
“Per 3 Februari jumlah kecamatan terdampak memang menurun, tetapi kondisi ini tetap perlu diwaspadai karena curah hujan masih tinggi,” katanya.
Selain permukiman warga, dampak bencana juga merambah sektor pertanian.
BPBD mencatat luas lahan pertanian terdampak mencapai 6.487 hektare, dengan sebagian besar mengalami gagal tanam.
Kondisi ini berpotensi memengaruhi ekonomi petani dan ketahanan pangan lokal.
Wilayah hilir Kabupaten Bekasi menjadi kawasan yang paling terdampak.
Baca Juga: Meriah, Ribuan Peserta Ikuti Cosmo Run 2026 LCC di Meikarta
Kecamatan Muaragembong, Babelan, Tarumajaya, Pebayuran, dan Cabangbungin tercatat berulang kali tergenang akibat menerima kiriman air dari sejumlah sungai besar, seperti Sungai Citarum, Cibeet, Cipamingkis, dan Kali Bekasi, ditambah pengaruh pasang laut.
“Di wilayah hilir, aliran air tidak bisa maksimal menuju laut karena pasang. Sementara debit dari hulu terus meningkat dan banyak tanggul sudah dalam kondisi kritis,” jelas Muchlis.
Meski sebagian besar pengungsi telah kembali ke rumah masing-masing atau ke rumah keluarga terdekat, BPBD menegaskan kewaspadaan tetap diperlukan.
Data dampak yang besar ini menjadi peringatan bahwa Kabupaten Bekasi masih sangat rentan terhadap bencana hidrometeorologi, terutama di tengah cuaca ekstrem yang belum mereda.***




