BEKASI.POJOKSATU.id – Banjir kembali melanda Perumahan Nebraska Terrace, Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi. Intensitas hujan tinggi yang terjadi sejak Minggu, 25 Januari 2026 hingga Senin, 26 Januari 2026 dini hari menyebabkan debit air kembali meningkat dan merendam permukiman warga.
Pada Senin pagi, ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar 70 sentimeter. Genangan tersebut mengakibatkan rumah-rumah warga serta akses jalan lingkungan terendam, sehingga aktivitas masyarakat terganggu.
Akibat banjir susulan ini, ratusan warga nebraska terrace terpaksa kembali mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Sebelumnya, sebagian warga sempat kembali ke rumah setelah air surut, namun hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
Baca Juga: Renovasi Stadion Wibawa Mukti Dikebut, DPRD Optimistis Dongkrak Pendapatan Daerah
Salah seorang warga, Mikka (34 tahun), mengungkapkan bahwa banjir yang sempat mereda kembali naik akibat hujan deras.
“Kemarin air sempat turun, tapi setelah hujan turun lagi, banjir kembali meningkat,” ujar Mikka, Senin
Ia mengaku kembali mendatangi rumahnya untuk menyelamatkan barang-barang berharga dan peralatan elektronik ke tempat yang lebih tinggi.
“Masih ada barang dan elektronik yang belum sempat diamankan, jadi saya balik dulu untuk menyelamatkannya,” katanya.
Sementara itu, Ketua RT 4 Perumahan Nebraska Terrace, Muharromsyah Andru Joevany, menyampaikan bahwa sekitar 200 warga sempat kembali ke rumah pada Minggu sore. Namun, hujan ekstrem yang turun hingga subuh menyebabkan air kembali naik.
Baca Juga: Anggaran Turun Jadi Rp40 Miliar, DPRD Pastikan Stadion Wibawa Mukti Tetap Berkualitas
“Air sempat surut dan jalanan kering. Tapi hujan deras tadi malam sampai subuh membuat air naik lagi hingga setinggi lutut orang dewasa. Warga akhirnya kembali mengungsi,” jelas Andru.
Hingga saat ini, warga nebraska terrace menilai belum ada langkah penanganan yang signifikan untuk mengatasi persoalan banjir yang terus berulang setiap kali hujan deras melanda wilayah Kabupaten Bekasi.
Warga berharap adanya perhatian serius, baik dari pihak pengembang perumahan maupun pemerintah daerah, agar masalah banjir tidak terus berulang.***




