BEKASI.POJOKSATU.ID - Badan penanggulangan bencana daerah Kabupaten Bekasi mengingatkan masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah dataran rendah untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi puncak musim hujan yang diperkirakan berlangsung hingga Januari.

Wilayah-wilayah tersebut dinilai memiliki risiko tinggi terdampak banjir seiring meningkatnya intensitas hujan dan debit air sungai.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, H. Muchlis, mengatakan berdasarkan informasi perakhiran cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi terjadi sejak akhir Desember hingga Januari.

Baca Juga: Pelayanan Digenjot, Kabupaten Bekasi Bidik Investasi Rp73,2 Triliun di 2026

Kondisi tersebut berisiko memicu luapan sungai, khususnya di kawasan permukiman yang berada di dataran rendah.

"Wilayah bantaran sungai dan dataran rendah memang menjadi titik rawan. Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak mengabaikan potensi banjir," ujar Muchlis.

Ia menyebutkan, hingga laporan terakhir, BPBD mencatat sekitar 12 titik banjir yang tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Bekasi.

Baca Juga: PPPK Jadi Solusi atau Masalah? Sekolah di Bekasi Kekurangan Guru

Meski sebagian besar genangan air kini mulai surut, potensi banjir susulan masih terbuka apabila hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi.

"Sebagian sudah berangsur surut, tetapi kami tetap siaga. Data lokasi banjir di masing-masing kecamatan masih terus kami himpun," katanya.

Selain genangan, BPBD juga menerima laporan kejadian tanggul jebol akibat tingginya debit air, salah satunya di wilayah Kecamatan Babelan.

Baca Juga: Website RSUD Bekasi Disusupi Konten Judi, Akses Informasi Kesehatan Terancam

Kondisi tersebut dinilai semakin memperbesar risiko banjir di kawasan sekitarnya, terutama bagi permukiman warga yang berada dekat aliran sungai.

"Ada satu laporan tanggul jebol di Babelan karena debit air tinggi. Saat ini sedang kami tangani dan kami juga meninjau wilayah lain yang kerap mengalami genangan berulang," ucap Muchlis.

BPBD Kabupaten Bekasi menekankan pentingnya langkah mitigasi sebagai upaya mengurangi dampak banjir.

Masyarakat di wilayah rawan diminta untuk memantau kondisi lingkungan sekitar, mengikuti perkembangan informasi cuaca, serta menyiapkan langkah evakuasi mandiri jika sewaktu-waktu air meluap.

"Kami sudah menyampaikan imbauan melalui surat edaran dan media sosial. Warga diminta menyiapkan barang-barang penting dalam satu tas agar mudah dibawa saat harus evakuasi," jelasnya.

Baca Juga: Website RSUD Bekasi Disusupi Konten Judi, Akses Informasi Kesehatan Terancam

Menurut Muchlis, kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci penting dalam menghadapi puncak musim hujan.

Ia menegaskan, kewaspadaan bersama dan respons cepat dapat meminimalkan risiko dan dampak banjir terhadap keselamatan warga.

"Yang terpenting tetap waspada dan jangan lengah. Puncak musim hujan sudah di depan mata, sehingga mitigasi dan kesiapsiagaan harus terus dilakukan," pungkasnya.***