BEKASI.POJOKSATU.ID - Badan Amil Zakat Nasional/Baznas menyalurkan bantuan Paket Logistik Keluarga (PLK) kepada masyarakat terdampak banjir rob di Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu 21 Januari 2026.
Bantuan tersebut difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar warga yang selama lebih dari sepekan harus berhadapan dengan genangan air laut pasang yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Paket Logistik Keluarga yang disalurkan Baznas berisi berbagai kebutuhan pokok yang dibutuhkan masyarakat terdampak, mulai dari beras, minyak goreng, ikan kaleng, kornet, gula pasir, hingga bahan pangan lainnya.
Baca Juga: Dua Sungai Penentu Nasib Bekasi: Cileungsi dan Cikeas di Balik Banjir Tiga Hari Terakhir
Bantuan ini ditujukan untuk membantu warga memenuhi kebutuhan konsumsi harian selama masa pemulihan pascabanjir rob.
Salah satu penerima bantuan tersebut adalah Pondok Pesantren Fastabiqul Khoirots yang turut terdampak banjir rob akibat kondisi geografis wilayah Muaragembong yang berada di kawasan pesisir.
Air laut pasang dengan mudah masuk ke area permukiman, termasuk lingkungan pesantren, sehingga aktivitas belajar mengajar para santri sempat terganggu.
Baca Juga: Gubernur Jabar Bongkar Akar Banjir: Alih Fungsi Lahan dan Pengembang Nakal
Pimpinan Baznas Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, mengatakan penyaluran bantuan ini merupakan bentuk komitmen Baznas dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana dapat terpenuhi.
“Baznas berupaya hadir membantu masyarakat yang membutuhkan, termasuk para santri yang terdampak banjir rob. Semoga bantuan yang diberikan ini menjadi berkah dan bermanfaat,” ujar Saidah dalam keterangan tertulis, Kamis 22 Januari 2026.
Menurut Saidah, selain berdampak pada aktivitas pendidikan, banjir rob juga menyebabkan akses jalan menuju lokasi pesantren dan permukiman warga tertutup genangan air.
Baca Juga: Tol Japek II Selatan Diproyeksikan Ubah Wajah Transportasi Jawa Barat
Kondisi tersebut membuat distribusi logistik dan mobilitas warga menjadi terbatas, sehingga bantuan kebutuhan pokok menjadi sangat mendesak.
Baznas memastikan proses pendistribusian bantuan dilakukan secara tepat sasaran dan transparan.
Penyaluran PLK dilakukan dengan berkoordinasi bersama pihak setempat agar bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan, terutama kelompok rentan seperti santri, anak-anak, dan warga lanjut usia.
Pimpinan Pondok Pesantren Fastabiqul Khoirots, Ahmad Munawir, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan Baznas.
Ia menilai bantuan logistik tersebut sangat membantu para santri dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari selama kondisi lingkungan belum sepenuhnya pulih.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Ancam Pengembang Nakal, Bangun di Resapan Air, Siap-siap Dibongkar
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Baznas. Bantuan ini sangat berarti bagi para santri dan pengurus pesantren di tengah kondisi banjir rob,” kata Ahmad.
Baznas berharap bantuan kebutuhan pokok ini dapat meringankan beban masyarakat terdampak sekaligus menjadi bagian dari upaya pemulihan sosial di wilayah pesisir Bekasi yang rawan terdampak banjir rob.***




