BEKASI.POJOKSATU.id – Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDA-BMBK) Kabupaten Bekasi memperkenalkan inovasi Aspal Limbah Campur Plastik (Asli Cantik), sebuah terobosan yang mampu menekan biaya pembangunan jalan hingga 50 persen sekaligus membantu mengurangi pencemaran plastik. Program ini mulai diterapkan di Jalan Raya Gabus, Karang Satria–Gabus Rawa (Pulo Puter) pada Kamis, 28 Agustus 2025.

Kepala Bidang Pembangunan Jalan Dinas SDA-BMBK, Dede Chairul, menjelaskan bahwa ide ini muncul karena panjang jalan kabupaten yang mencapai 1.077 km, dengan kondisi mantap baru 70 persen. Artinya, sekitar 30 persen jalan masih rusak, sementara anggaran perbaikan sangat besar.

“Dengan Asli Cantik, kita manfaatkan limbah aspal dan plastik. Kualitasnya setara dengan aspal biasa, tapi biayanya bisa ditekan hingga setengahnya,” jelas Dede.

Baca Juga: Pemkab Bekasi Gelar Gerakan Pangan Murah dan Siapkan Pasar Murah untuk Kendalikan Inflasi

Komposisi campuran dalam uji coba terdiri dari 1 ton limbah aspal ditambah 3,5 kg plastik. Hasilnya, kualitas aspal plastik dinilai cukup kuat menahan beban kendaraan. Namun, Dede mengakui kelemahan ada pada daya tahannya: aspal reguler bisa digunakan hingga 4 jam setelah produksi, sementara campuran plastik hanya bertahan 1–2 jam, sehingga butuh penyempurnaan formula.

Inovasi yang ditemukan sekitar empat bulan lalu ini sudah melalui tiga kali uji coba dan kini mulai diterapkan di lapangan. Dari sisi efisiensi, harga aspal plastik lebih hemat:

“Kalau biasanya Rp1 juta, dengan Asli Cantik cukup Rp500 ribu. Artinya, anggaran Rp1 miliar yang biasanya untuk 500 meter jalan, sekarang bisa lebih panjang,” tambahnya.

Ke depan, Dinas SDA-BMBK berencana mendaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) untuk inovasi ini agar bisa dikembangkan lebih luas.

“Kalau berhasil, Asli Cantik bisa jadi solusi mengurangi sampah plastik sekaligus menghemat biaya pembangunan jalan,” pungkas Dede.***