BEKASI.POJOKSATU.id - Konsistensi dan dedikasi panjang selama puluhan tahun di dunia kepramukaan mengantarkan Kak Bantir Supriadi mengukir prestasi tertinggi. Ia resmi menerima Piagam dan Lencana Pancawarsa Utama (Pancawarsa X) pada Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-65 tingkat Kabupaten Bekasi yang digelar pada 14 Agustus 2026.

Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian tanpa henti pria kelahiran Tambun ini dalam membina dan memajukan Gerakan Pramuka di Kabupaten Bekasi, mulai dari perannya sebagai guru SD hingga memasuki masa purnabakti.

Uniknya, perjalanan panjang Bantir di Pramuka justru berawal dari rasa malu dan ketidaktahuan. Peristiwa bersejarah itu terjadi pada 22 Juni 1970, saat ia mendampingi murid-muridnya ke Jakarta Fair. Kala itu, seorang pemuda memberondongnya dengan pertanyaan seputar istilah-istilah dasar kepramukaan—seperti Gudep, Kwarran, Kwarcab, hingga Kamabigus—yang tak satu pun sanggup ia jawab.

Baca Juga: Nyumarno Cs Tetap Ditahan, Hakim PN Cikarang Sebut Tak Ada Urgensi

"Kejadian itu sangat memalukan bagi saya. Namun dari rasa malu itulah timbul rasa penasaran besar untuk mendalami apa sebenarnya Gerakan Pramuka," kenang Bantir.

Tekadnya makin teruji pada tahun 1975. Meski sempat tak didaftarkan oleh kepala sekolahnya dalam Kursus Mahir Dasar (KMD) karena dianggap kurang aktif, Bantir memilih mendaftar dan membiayai pendidikannya secara mandiri. Kegigihannya berbuah manis ketika ia justru keluar sebagai peserta terbaik di akhir pelatihan.

Sejak saat itu, kiprah Bantir tak pernah surut. Ia aktif membina Pramuka di berbagai kawasan sejarah Bekasi, seperti area Rawa Baru (kini Karang Kitri, Kota Bekasi) sejak era 1970-an. Bagi Bantir, Pramuka merupakan wadah pendidikan karakter nonpolitik yang mengajarkan nilai kepemimpinan, kemandirian, serta kedisiplinan.

Meski telah resmi pensiun dari Dinas Pendidikan sejak tahun 2006, Bantir menegaskan tidak ada kata pensiun dalam kamus pengabdian Gerakan Pramuka. Aktivitas berkemah, bernyanyi, dan berinteraksi dengan peserta didik membuatnya tetap merasa muda dan bersemangat.

Baca Juga: Polres Metro Bekasi Dekatkan Pelayanan Lewat Jaga Bekasi On The Spot di Cikarang Utara

Penerimaan Lencana Pancawarsa Utama pada Agustus 2026 ini ia maknai bukan sebagai akhir, melainkan lecutan semangat untuk terus mewariskan nilai-nilai kepramukaan kepada generasi muda selama fisik dan kemampuannya masih mengizinkan.***