BEKASI.POJOKSATU.ID - Pergantian tahun tidak semestinya dimaknai sekadar sebagai pesta dan hingar-bingar perayaan.

Di tengah situasi bangsa yang masih diliputi berbagai musibah, momen pergantian Tahun Baru 2026 dinilai lebih tepat dijadikan ruang refleksi, muhasabah, dan penguatan kepedulian sosial.

Ketua MUI Kabupaten Bekasi, Prof. KH. Mahmud, mengajak masyarakat untuk mengisi pergantian tahun dengan kegiatan yang menenangkan jiwa sert bermanfaat bagi sesama.

Baca Juga: Kuliah Murah di Bekasi! Ini Daftar Kampus Berkualitas dengan Biaya Mulai Rp700 Ribuan

Menurutnya, refleksi diri menjadi langkah penting untuk memperbaiki niat dan arah kehidupan di tahun mendatang.

“Pergantian tahun adalah waktu yang tepat untuk bercermin, mengevaluasi diri, dan memperbaiki niat dalam menjalani kehidupan ke depan,” ujar Prof. KH. Mahmud, dikutip dari Bekasikab.go.id ,24 Desember 2025.

Ia menekankan bahwa kondisi Indonesia saat ini masih dihadapkan pada berbagai bencana alam, seperti banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah, termasuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Baca Juga: Kebakaran Ruko Di Pasar Baru Bekasi, Diduga Korsleting Listrik Dari Ruko Pakaian Yang Lama Tidak Digunakan

Dalam situasi tersebut, perayaan yang bersifat berlebihan dinilai kurang mencerminkan empati dan rasa kemanusiaan.

“Lebih baik energi dan biaya yang ada diarahkan untuk hal-hal yang bermanfaat. Bahkan, jika memungkinkan, disalurkan untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” tuturnya.

Prof. KH. Mahmud menilai, pergantian tahun dapat diisi dengan kegiatan spiritual seperti dzikir, doa bersama, tahlil, maupun tausiyah.

Baca Juga: Kebakaran Ruko Di Pasar Baru Bekasi, Membuat Panik Para Pedagang

Kegiatan tersebut tidak hanya menumbuhkan ketenangan batin, tetapi juga memperkuat ikatan sosial dan spiritual antarwarga.

Menurutnya, doa dan refleksi bersama menjadi sarana untuk memohon kebaikan dan keselamatan.

Tidak hanya bagi diri sendiri dan keluarga, tetapi juga untuk masyarakat luas serta bangsa dan negara.

“Dengan memperbanyak doa, kita berharap kebaikan untuk diri sendiri, keluarga, masyarakat, hingga bangsa dan negara,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga akhlak dan perilaku di ruang publik, khususnya pada malam pergantian tahun yang kerap diwarnai aktivitas yang mengganggu ketertiban.

Baca Juga: Dalam Semalam Kebakaran Melanda Dua Lokasi Di Wilayah Bekasi Timur, Petugas Damkar Bekerja Ekstra Keras

Setiap perayaan, kata dia, seharusnya mencerminkan nilai moral, kesantunan, serta tanggung jawab sosial.

“Perilaku kita mencerminkan jati diri sebagai masyarakat beragama dan berbudaya. Jangan sampai perayaan justru melahirkan mudarat,” tegasnya.

MUI Kabupaten Bekasi berharap ajakan ini dapat menjadi pengingat bagi masyarakat untuk mengisi malam pergantian tahun dengan kegiatan positif dan bermakna.

Baca Juga: Hujan Deras Rendam Jatibening Permai, Banjir Capai Satu Meter dan Ganggu Lalu Lintas

Dengan menjadikan Tahun Baru 2026 sebagai momentum introspeksi dan kepedulian.

Diharapkan masyarakat dapat melangkah ke tahun yang baru dengan semangat perbaikan diri dan solidaritas sosial yang lebih kuat.

“Mari kita isi pergantian tahun dengan kegiatan yang membawa keberkahan dan manfaat bagi lingkungan sekitar,” pungkas Prof. KH. Mahmud.***