BEKASI.POJOKSATU.ID - Koridor Cibogo hingga Babakan di Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, dinilai memiliki nilai sejarah tinggi yang layak dilestarikan sebagai kawasan cagar budaya.
Kawasan ini bukan sekadar permukiman biasa, melainkan menyimpan jejak penting perjalanan sejarah perjuangan bangsa yang hingga kini masih bisa ditemukan secara fisik.
Komunitas Historika Bekasi menilai, wilayah tersebut memiliki nilai edukatif yang besar karena berkaitan langsung dengan lahirnya Laskar Hizbullah pada 28 Februari 1945.
Peristiwa bersejarah itu menjadikan kawasan Cibogo Babakan sebagai bagian penting dari catatan perjuangan nasional.
Baca Juga: Panen Raya di RPTRA Sunter Jaya, Kolaborasi Pertamina dan Pemprov DKI Hasilkan 500 Kg Pangan Lokal
Ketua KHB, Rd. Agah Handoko, menegaskan bahwa koridor tersebut merupakan ruang geografis yang memiliki makna historis mendalam, bukan sekadar kawasan hunian masyarakat.
“Area ini adalah saksi bisu dilahirkannya Laskar Hizbullah pada 28 Februari 1945. Di koridor ini berdiri Masjid Al-Mujahidin (Masigit van Tjibaroesa) dan Pesantren Al-Baqiyatussholihat yang sudah berstatus Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) juga terdapat Makam Mbah Uyut Sena Karuhun orang Cibarusah,” jelas Agah, dikutip dari Radar Bekasi, 2 April 2026.
Keberadaan Masjid Al-Mujahidin dan Pesantren Al-Baqiyatussholihat di Bekasi menjadi bukti nyata bahwa kawasan tersebut memiliki nilai sejarah yang tidak hanya penting bagi masyarakat lokal, tetapi juga bagi bangsa Indonesia secara keseluruhan.
Selain itu, keberadaan makam tokoh lokal turut memperkuat identitas historis kawasan tersebut.
Baca Juga: Dengar Gemuruh Tengah Malam, Warga Bekasi Syok Tembok Rumah Ambruk Digerus Kali Cikarang
KHB menilai, penetapan kawasan ini sebagai cagar budaya tidak hanya penting untuk pelestarian, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi generasi muda.
Dengan demikian, sejarah perjuangan tidak hanya dikenang melalui cerita, tetapi juga dapat dipelajari langsung dari situs aslinya.
Di sisi lain, rencana pelebaran Jalan Raya KH Raden Ma’mun Nawawi yang melintasi kawasan tersebut menjadi perhatian serius.
Meski mendukung pembangunan infrastruktur di Bekasi, KHB mengingatkan agar proyek tersebut tidak mengorbankan nilai sejarah yang ada.
Menurut Agah, diperlukan kajian yang matang serta penetapan batas kawasan yang jelas agar pembangunan tetap berjalan tanpa merusak situs bersejarah.
“Kami mendukung kemajuan infrastruktur, namun kami juga memohon agar Pemerintah Kabupaten Bekasi hadir untuk memastikan bahwa anak cucu kita nantinya masih bisa melihat peninggalan fisik para pejuang Hizbullah di tempat aslinya, bukan sekadar lewat foto atau cerita,” tegasnya.
Dengan potensi sejarah yang dimiliki, kawasan Cibogo Babakan di Bekasi diharapkan dapat menjadi pusat edukasi sejarah sekaligus destinasi wisata religi yang bernilai tinggi di masa depan.***




