BEKASI.POJOKSATU.id – Nama Patrick Simanjuntak mulai dikenal sebagai salah satu pengusaha muda yang sukses menembus jajaran direksi di usia relatif muda. Di usia 33 tahun, ia kini dipercaya memimpin tiga perusahaan sekaligus.

Patrick saat ini menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) PT Graha Mekatama Telindo Group, Direktur Utama PT Waterindo Primatech Bekasi, serta Direktur PT Kombat Global Mandiri.

Namun, di balik kesibukannya mengelola perusahaan, Patrick ternyata memiliki perhatian khusus terhadap pengembangan dunia usaha di Kabupaten Bekasi. Salah satunya melalui keterlibatannya di Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Bekasi.

Menurut Patrick, KADIN memiliki peran penting dalam mempertemukan para pelaku usaha dari berbagai generasi dan sektor industri.

“Generasi muda tidak bisa hanya jadi penonton. Kita harus masuk ke ruang keputusan, membawa ide baru, tapi tetap memegang prinsip tata kelola yang baik,” ujar Patrick, Senin (1/6/2026).

Pria yang pernah menempuh pendidikan Master of Commerce jurusan Marketing and Finance di University of Western Australia (UWA) itu menilai banyak anak muda memiliki ide bisnis kreatif. Namun, mereka masih menghadapi tantangan besar dalam hal akses jaringan, modal hingga regulasi.

Sebaliknya, para pengusaha senior memiliki pengalaman dan relasi yang kuat, tetapi membutuhkan percepatan adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan digitalisasi bisnis.

Karena itu, Patrick berharap KADIN Kabupaten Bekasi dapat menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan kedua kekuatan tersebut.

“KADIN bisa jadi tempat ketemunya dua dunia. Senior berbagi pengalaman, generasi muda membawa inovasi. Kalau kolaborasi itu berjalan, industri nasional bisa naik kelas lebih cepat,” katanya.

Baca Juga : Cegah Kebocoran Terulang, Pemkot Bekasi Akan Data Seluruh Jaringan Pipa Gas PGN

Tak hanya soal jaringan bisnis, Patrick juga menyoroti pentingnya menciptakan iklim usaha yang sehat dan beretika.

Menurutnya, penerapan Good Corporate Governance (GCG) atau tata kelola perusahaan yang baik sudah menjadi kebutuhan utama di era keterbukaan informasi saat ini.

“Perusahaan yang tidak transparan akan sulit bertahan. Investor dan masyarakat sekarang semakin kritis. Mereka melihat nilai dan integritas perusahaan,” ungkapnya.

Patrick sendiri bukan sosok yang langsung berada di posisi puncak perusahaan. Sebelum masuk jajaran direksi, ia pernah menjalani berbagai posisi operasional, mulai dari bidang marketing hingga procurement.

Pengalaman tersebut, kata dia, menjadi bekal penting untuk memahami bagaimana sebuah perusahaan berjalan dari level bawah hingga pengambilan keputusan strategis.

Kini, melalui KADIN Kabupaten Bekasi, Patrick ingin memberikan kontribusi yang lebih luas bagi pertumbuhan dunia usaha, khususnya dalam mendorong lahirnya lebih banyak pengusaha muda yang kompetitif dan berdaya saing.

“Harapannya KADIN Kabupaten Bekasi bisa menjadi wadah kolaborasi yang terbuka bagi semua pelaku usaha. Dengan kolaborasi yang kuat, pertumbuhan ekonomi daerah juga akan semakin baik,” tandasnya.***