BEKASI.POJOKSATU.ID - Pemanfaatan dana zakat untuk penanganan bencana banjir kembali menjadi sorotan publik seiring langkah cepat Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bekasi dalam merespons banjir yang melanda puluhan wilayah.
Hingga akhir Januari 2026, Baznas Kabupaten Bekasi tercatat telah menyalurkan bantuan kemanusiaan di sekitar 50 titik banjir dengan total nilai mencapai kurang lebih Rp250 juta.
Ketua Baznas Kabupaten Bekasi, H. Aminnulloh, menegaskan bahwa penggunaan dana zakat, infak, dan sedekah dalam kondisi darurat merupakan amanah yang harus dijalankan secara transparan dan tepat sasaran.
Baca Juga: Banjir Bekasi Meluas, Baznas Turun di 50 Titik Salurkan Ratusan Juta Bantuan
Menurutnya, banjir yang berulang dan meluas menuntut kehadiran lembaga zakat untuk bergerak cepat mendampingi masyarakat.
“Alhamdulillah, kami sudah turun langsung di sekitar 50 titik banjir untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak,” ujar H. Aminnulloh, Jumat 30 Januari 2026.
Ia menjelaskan, pemanfaatan dana zakat tidak hanya difokuskan pada penanganan saat banjir terjadi, tetapi juga pada upaya mitigasi pra-banjir.
Baca Juga: Gotong Royong Tanpa Henti, Relawan dan Warga Temukan IRT Hilang di Danau
Baznas Kabupaten Bekasi turut menyalurkan bantuan berupa karung dan bambu untuk memperkuat tanggul di wilayah rawan banjir, seperti Muaragembong, Cabangbungin, hingga kawasan pesisir utara Bekasi.
“Kami membantu dari pra-banjir, seperti pemberian karung dan bambu untuk pengamanan tanggul. Ini bagian dari ikhtiar mencegah dampak yang lebih besar,” jelasnya.
Saat banjir melanda, dana zakat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan mendesak warga terdampak, mulai dari makanan siap saji, bahan baku dapur umum, hingga pakaian layak pakai.
Baca Juga: Banjir Bekasi Masih Menggenang, Ini Desa-desa yang Paling Terdampak
Selain itu, Baznas juga mengerahkan relawan Baznas Tanggap Bencana (BTB) yang telah dilatih secara khusus untuk membantu proses evakuasi.
“Kami punya sekitar 25 relawan BTB yang langsung turun ke lapangan, termasuk menggunakan perahu karet untuk evakuasi warga,” kata Aminnulloh.
Ia menambahkan, perahu karet telah dioperasikan di sejumlah wilayah seperti Cikarang Utara dan akan kembali diterjunkan ke Tarumajaya, khususnya Desa Samudra Jaya, yang hingga kini masih tergenang air.
Menurut Aminnulloh, hingga saat ini dana zakat yang telah disalurkan mencapai sekitar Rp250 juta dan jumlah tersebut berpotensi bertambah, menyesuaikan dengan perkembangan kondisi cuaca dan kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Saat ini sudah sekitar Rp250 juta yang kami salurkan, dan itu akan terus bertambah melihat kondisi cuaca yang belum menentu,” ujarnya.
Baca Juga: Pemkot Bekasi Akui Proyek Tanggul Tersendat, Pembebasan Lahan Jadi Masalah
Meski fokus pada penanganan banjir, ia memastikan program reguler Baznas di bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial tetap berjalan.
“Kami tidak mengesampingkan program reguler. Banjir memang prioritas, tapi program lain tetap berjalan,” tegasnya.
Langkah Baznas Kabupaten Bekasi ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana zakat.
Sekaligus menunjukkan bahwa dana umat dapat menjadi instrumen penting dalam merespons bencana secara cepat, transparan, dan berdampak nyata bagi masyarakat.***




