BEKASI.POJOKSATU.ID - Komitmen membangun komunikasi yang berkelanjutan antara pemerintah daerah dan generasi muda mulai ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama aliansi Mahasiswa Cipayung Plus, usai dialog terbuka yang digelar di Gedung Swatantra Wibawa Mukti, Cikarang Pusat, Senin 6 April 2026.
Tidak berhenti pada forum dialog semata, kedua pihak sepakat untuk melanjutkan komunikasi melalui pertemuan rutin yang akan digelar secara berkala sebagai bentuk pengawalan terhadap berbagai aspirasi yang telah disampaikan mahasiswa.
Plt Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, menegaskan bahwa dialog yang telah berlangsung menjadi langkah awal untuk membangun sinergi yang lebih kuat antara pemerintah daerah dan mahasiswa.
“Masukan-masukan tadi sangat wajar. Mahasiswa sebagai generasi penerus tentu ingin Kabupaten Bekasi menjadi lebih baik. Kita ini bukan Superman, tapi kita akan jadikan Bekasi sebagai Super Team,” ujarnya, dikutip dari laman resmi Pemkab Bekasi, 7 April 2026.
Baca Juga: Kasus Suap Ijon Proyek Bekasi Melebar, KPK Periksa Komisaris PT Taracon
Asep juga memastikan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan tidak akan berhenti sebagai catatan semata, melainkan akan segera ditindaklanjuti oleh perangkat daerah terkait yang turut dihadirkan dalam forum tersebut.
“Kami menghadirkan dinas-dinas terkait bukan sekadar untuk penyampaian, tetapi agar setiap aspirasi yang disampaikan bisa langsung ditindaklanjuti oleh OPD yang berwenang. Jadi responsnya bisa lebih cepat dan tepat,” jelasnya.
Dari pihak mahasiswa, komitmen keberlanjutan komunikasi ini juga disambut positif.
Mereka menilai langkah tersebut penting agar setiap tuntutan yang telah disampaikan dapat dikawal secara konsisten dan tidak terhenti di satu momentum saja.
Baca Juga: Ini Alasan Pemkot Bekasi Ubah Kebijakan WFH dari Rabu Menjadi Jumat
Perwakilan Mahasiswa Cipayung Plus menegaskan perlunya forum lanjutan yang lebih teknis agar pembahasan dapat berjalan lebih fokus dan menghasilkan solusi konkret bagi berbagai persoalan di Kabupaten Bekasi.
“Kami mendorong adanya pertemuan lanjutan yang lebih spesifik agar pembahasan bisa lebih fokus dan solutif. Selain itu, kami juga meminta DPRD untuk mengawal seluruh poin tuntutan secara menyeluruh,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Ketua Cabang PMII Kabupaten Bekasi, M. Faisal Haq, yang menekankan bahwa komitmen bersama harus diwujudkan melalui langkah nyata dan berkelanjutan.
“Slogan ini jangan hanya menjadi jargon, tetapi harus direalisasikan. Kami bersama pemerintah daerah berkomitmen untuk menindaklanjuti hasil dialog ini melalui pertemuan rutin yang direncanakan berlangsung setiap satu bulan sekali sebagai bentuk pengawalan bersama,” ungkapnya.
Dengan adanya kesepakatan ini, diharapkan komunikasi antara mahasiswa dan pemerintah daerah tidak lagi bersifat insidental.
Melainkan menjadi mekanisme tetap dalam proses pembangunan yang partisipatif, transparan, dan berkelanjutan di Kabupaten Bekasi.***




