POJOKSATU.id - Desa Burangkeng kembali menunjukkan kreativitas dan semangat dalam perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-78.
Dalam defile pada acara peringatan kemerdekaan tingkat kecamatan yang diadakan di lapangan Desa Cijengkol, Desa Burangkeng memilih untuk mengusung bendera sebagai tema utama yang memberikan makna mendalam.
Jika pada tahun lalu, Desa Burangkeng menghadirkan bendera sepanjang 77 meter sebagai simbol peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-77, tahun ini desa tersebut kembali memilih bendera sebagai simbol perayaan, namun dengan format yang berbeda dan makna yang lebih dalam.
Baca Juga: Destinasi Wisata Lokal di Bekasi, Situ Burangkeng Tak Bikin Kantong Jebol
Tidak kurang dari 78 orang yang tergabung dalam Posyandu desa berpartisipasi dengan membawa masing-masing bendera. Jumlah tersebut melambangkan angka tahun kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini, yaitu 78 tahun.
Partisipasi aktif dari anggota Posyandu ini menggambarkan semangat gotong royong dan kebersamaan dalam merayakan kemerdekaan.
Selain penampilan bendera yang mengesankan, acara deville Desa Burangkeng juga menghadirkan aksi palang pintu, sebuah tradisi Betawi yang mengadu pertanyaan antara dua orang pesilat dalam pernikahan.
Aksi ini menampilkan generasi muda yang terlibat dalam pertunjukan tersebut, memberikan hiburan yang menarik bagi para peserta upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Baca Juga: Lurah Desa Burangkeng Tak Main-Main Berantas Begal, Ini Buktinya
Lurah Desa Burangkeng, Nemin bin Sain, menyatakan bahwa pilihan tema ini bukan hanya sekadar simbolik, tetapi juga mengandung makna yang mendalam. Bendera sebagai simbol nasional memiliki arti yang dalam bagi kemerdekaan dan persatuan bangsa.
Dengan kreativitas yang ditunjukkan oleh warga Desa Burangkeng, semangat nasionalisme dan perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan tetap hidup dan terus dikenang.
Dengan mengusung tema yang kreatif dan makna yang dalam, Desa Burangkeng berhasil menciptakan momen yang mengesankan dan penuh semangat dalam perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Tidak hanya sekadar peringatan, tetapi juga menjadi wujud nyata dari semangat kebangsaan dan rasa cinta terhadap tanah air.***




