BEKASI.POJOKSATU.id - Program ketahanan pangan yang berlangsung mulai tahun 2022 dimanfaatkan dengan baik oleh Pemerintah Desa Kertarahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi.

Desa ini memilik 3 sektor dalam program ketahanan pangan seperti pertanian, perkebunan, dan peternakan. Sapi dipilih menjadi komoditas peternakan.

Saat ini ada 13 sapi yang dibesarkan. Tujuh sapi dari tahun anggaran 2022 dan enam sapi dari tahun 2023.

Baca Juga: Program Ketahanan Pangan Sektor Ternak di Desa Kertarahayu Makin Berkembang

Dari 13 sapi itu, jenis simental ada 2 ekor, peranakan onggol 2 ekor, limosin 6 ekor, dan pegon 4 ekor.

Kepala Desa Kertarahayu Rudi Catur Pribadi menjelaskan ada sekelompok warga yang berpengalaman dalam beternak sapi, karena itu sapi dipilih menjadi program ketahanan pangan dalam sektor peternakan.

"Perawatan sapi diberikan vitamin 3 pekan sekali dengan vitamin untuk pertumbuhan. Vaksin LSD dan PMK juga sudah diberikan," ucap dia.

Pemberian vitamin untuk kekuatan tulang dan juga daya tahan tubuh.

Baca Juga: 10 Rumah Tidak Layak Huni di Kertarahayu Bakal Diperbaiki

"Konsumsi makan 13 sapi ini 10 karung konsentrat sebulan, ditambah dengan ampas tahu dan rumput. Biang gula juga diberikan untuk pemanis," ucap Rudi.

Sapi yang ada di kandang tumbuh dengan baik, beberapa sudah laku pada Iduladha 2023. Sapi dibeli dari bibit, sekitar usia 8 bulan dengan tinggi minimal 110 sentimer.

Kata Rudi, untuk pengobatan penyakit pengelola menggunakan sejumlah obat. Seperti batuk untuk fludoksin, cacing pakai rembung, tulang menggunakan super premix, dan M4 untuk penambah nafsu makan.

Baca Juga: Kades Kertarahayu Apresiasi Pengesahan Perda Desa Wisata

Beberapa sapi sudah mencapai berat lebih dari setengah ton, dan sejumlah sapi berat di bawah 500 kilogram.

Meskipun merawat sapi tidak mudah, akan tetapi Rudi yakin program peternakan sapi ini dapat berjalan dengan baik karena warga perawat sudah memiliki pengetahuan dan kemampuan yang mumpuni.***