BEKASI.POJOKSATU.id - Sebanyak 10 unit Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Desa Kertarahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, akan dibangun dengan bantuan Anggaran Belanja Tambahan (ABT).

Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkimtan) akan memberikan bantuan stimulus pembangunan sebesar Rp20 juta yang terdiri Rp17,5 juta material dan Rp2,5 juta untuk tukang bangunan.

"Jadi kita sudah laksanakan sosialisasi dan sudah masuk datanya (penerima). Tinggal tunggu pelaksanaan, saat ini dalam tahap pendistribusian material," kata Sekretaris LPM, Iwan kepada awak media.

Baca Juga: Alhamdulillah, Sasak Manggala Diresmikan

Iwan mengatakan pengerjaan pembangunan akan dilakukan mulai awal Desember 2023 hingga target rampung pada akhir Desember 2023. Mayoritas penerima merupakan keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi.

"Kebanyakan petani dan buruh harian lepas. Jadi memang kriteria untuk ekonomi lemah. Penerima ini sudah melalui proses seleksi terlebih dahulu," kata dia.

Penambahan kuota rutilahu ini kata Iwan disambut baik warga. Pasalnya program bantuan rutilahu ini sangat dirasakan manfaatnya untuk penerima yang mempunyai keterbatasan dalam memperbaiki rumah.

Baca Juga: Ribuan Warga Meriahkan Festival Adu Dondang di Kertarahayu

"Saya harap pembangunan ini bisa maksimal dan kita mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Bekasi. Ini merupakan anggaran stimulan untuk membantu masyarakat membangun rumah laik," kata dia.

Di Desa Kertarahayu, Kata Iwan, ada 86 warga yang memerlukan bantuan rehabilitasi rumah.

Pembangunan akan dilakukan bertahap setiap tahunnya sesuai dengan kouta.

"Ini memang bantuan yang sangat diperlukan. Nanti kami prioritaskan mana terlebih dahulu yang dianggap lebih membutuhkan pembangunan lebih cepat," demikian kata dia.***