BEKASI.POJOKSATU.ID - Banjir yang merendam wilayah Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, tidak hanya memaksa ribuan warga mengungsi, tetapi juga memunculkan kebutuhan logistik yang mendesak.
Rumah-rumah warga terendam air setinggi 50 hingga 80 sentimeter, membuat peralatan dapur dan bahan makanan tidak dapat digunakan, sehingga warga sangat bergantung pada bantuan makanan siap saji.
Camat Tambun Utara, Najmudin, mengatakan fokus utama penanganan saat ini adalah memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi.
Baca Juga: Aktivitas Belajar Terhenti, SDN Srimukti 01 Jadi Tempat Bertahan Warga Banjir
Terutama bagi mereka yang rumahnya masih terendam dan tidak memungkinkan untuk memasak secara mandiri.
"Dalam keadaan rumah-rumah mereka terendam, dalam keadaan alat-alat masak mereka terendam, kita butuh dapur umum," ujar Najmudin.
Menurut Najmudin, banjir kali ini berdampak pada hampir seluruh desa di Tambun Utara.
Baca Juga: Empat Desa di Tambun Utara Terparah Dilanda Banjir, Ribuan Warga Terdampak
Dari sekitar 200 ribu penduduk, diperkirakan sekitar 10 ribu hingga 12 ribu warga terdampak langsung.
Sebagian besar warga terpaksa mengungsi ke fasilitas umum seperti sekolah, masjid, musala, pasar, dan pondok pesantren.
Kondisi di lapangan menunjukkan, banyak warga yang meninggalkan rumah tanpa sempat menyelamatkan peralatan dapur.
Kompor, peralatan masak, hingga persediaan bahan pangan terendam air banjir.
Akibatnya, warga tidak memiliki pilihan selain mengandalkan bantuan logistik dari pemerintah dan relawan.
"Kami sekarang benar-benar bergantung pada bantuan. Mau masak juga enggak bisa karena kompor dan alat dapur semua terendam," kata Siti (42), salah seorang warga Desa Srimukti yang mengungsi bersama keluarganya.
Najmudin menambahkan, kebutuhan mendesak saat ini bukan hanya makanan siap saji, tetapi juga air bersih, perlengkapan bayi, dan kebutuhan sanitasi.
Dapur umum mulai disiapkan untuk memastikan warga tetap mendapatkan asupan makanan yang layak selama masa pengungsian.
"Mereka sudah aman di tempat pengungsian, tapi logistik ini sangat diperlukan. Bukan hanya hari ini, kemungkinan beberapa hari ke depan sampai air benar-benar surut," ujarnya.
Baca Juga: Empat Desa di Tambun Utara Terparah Dilanda Banjir, Ribuan Warga Terdampak
Banjir yang disebabkan oleh luapan Sungai Cikarang Bekasi Laut dan Kali Bekasi ini merupakan banjir besar kedua yang melanda Tambun Utara.
Meski wilayah tersebut dikenal rawan banjir, skala dampak kali ini dinilai cukup besar sehingga membutuhkan penanganan ekstra, terutama dari sisi logistik.
Pemerintah kecamatan bersama unsur terkait terus berkoordinasi untuk menyalurkan bantuan dan membuka dapur umum tambahan.
Warga berharap bantuan logistik dapat terus mengalir hingga kondisi benar-benar pulih dan mereka bisa kembali beraktivitas seperti biasa.***




