BEKASI.POJOKSATU.ID - Gedung Juang di Kabupaten Bekasi ditetapkan sebagai salah satu pos terpadu mudik Lebaran 2026 yang menghadirkan berbagai layanan publik secara terintegrasi bagi para pemudik.

Kehadiran pos terpadu ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan maksimal selama arus mudik dan arus balik Idulfitri.

Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi menjadi salah satu leading sector dalam penyediaan layanan di pos tersebut, dengan menghadirkan fasilitas kesehatan yang siap melayani pemudik selama 24 jam.

Pos terpadu ini tidak hanya menyediakan layanan medis, tetapi juga melibatkan berbagai instansi untuk mendukung keselamatan dan kenyamanan perjalanan masyarakat.

Baca Juga: Bekasi Tekankan Pentingnya Etika dan Karakter Anak di Tengah Gempuran Media Sosial, Tri Adhianto Soroti Moral Generasi Muda

Kepala UPTD PSC 119 sekaligus Koordinator Posko Mudik Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Nalin Hendrik, menjelaskan bahwa konsep pos terpadu di Gedung Juang dirancang untuk memberikan layanan yang menyeluruh dalam satu titik.

“Di Pos Terpadu Gedung Juang ada berbagai layanan yang bergabung seperti Jasa Raharja, BPBD, Damkar, serta unsur lainnya sehingga pelayanan kepada masyarakat bisa dilakukan secara terpadu,” ujarnya, dikutip dari laman resmi Pemkab Bekasi, 17 Maret 2026.

Menurutnya, keberadaan berbagai instansi dalam satu lokasi mempermudah koordinasi serta mempercepat penanganan jika terjadi kondisi darurat di lapangan.

Pemudik yang membutuhkan bantuan tidak perlu berpindah-pindah lokasi karena seluruh layanan telah terpusat dalam satu area.

Baca Juga: Pemudik Tak Perlu Khawatir! Empat Jalur Utama Bekasi Dijaga Dokter dan Ambulans Selama 24 Jam

Selain layanan kesehatan berupa pemeriksaan gratis dan penanganan kegawatdaruratan, pos terpadu ini juga didukung oleh ambulans siaga yang siap merujuk pasien ke fasilitas kesehatan terdekat apabila diperlukan.

Sistem layanan juga telah terintegrasi dengan PSC 119, sehingga laporan dari masyarakat dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas di lapangan.

Nalin menambahkan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam keberhasilan penyelenggaraan pos terpadu tersebut.

Sejumlah instansi seperti kepolisian, TNI, hingga organisasi profesi turut dilibatkan untuk memastikan pelayanan berjalan optimal.

“Alhamdulillah kami berkoordinasi dengan berbagai lintas sektor, salah satunya Ikatan Bidan Indonesia yang ikut berkontribusi dalam pelayanan kesehatan,” katanya.

Keberadaan Pos Terpadu Gedung Juang diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi para pemudik yang melintas di wilayah Kabupaten Bekasi.

Selain itu, fasilitas ini juga menjadi tempat istirahat yang aman bagi pengendara yang mengalami kelelahan selama perjalanan jauh.

Baca Juga: Selisih Rp40 Ribu per Kg, Daging Sapi di Operasi Pasar Bekasi Jauh Lebih Murah dari Harga Pasar

Pemerintah Kabupaten Bekasi juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan, termasuk pos terpadu ini, guna menjaga kondisi kesehatan dan keselamatan selama perjalanan mudik.

“Kalau merasa lelah jangan dipaksakan, silakan beristirahat di rest area atau di pos pelayanan kesehatan yang sudah kami sediakan,” pungkas Nalin.

Dengan hadirnya pos terpadu di Gedung Juang, pemerintah berharap arus mudik Lebaran 2026 dapat berjalan lebih lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.***