BEKASI.POJOKSATU.id - Endin Samsudin yang baru dilantik sebagai Sekda Kabupaten Bekasi definitif mengungkap dua fokus utama awal masa jabatannya, yakni konsolidasi anggaran daerah dan penertiban aset.
Endin menilai, kondisi fiskal daerah tengah menantang imbas penurunan dana transfer umum dari pemerintah pusat, yang berpotensi memengaruhi laju program dan belanja daerah.
Karena itu, ia segera melakukan konsolidasi dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan TAPD.
“Kami berkoordinasi dengan TAPD untuk melihat kondisi riil APBD dan mencari solusi terbaik,” kata Endin, Jumat, 28 November 2025.
Baca Juga: Lantik Sekda Definitif, Bupati Ade Dorong Konsolidasi Birokrasi & Pertahankan Apresiasi KPK
Selain aspek anggaran, ia juga menyoroti indikator pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) dalam alat ukur MCP KPK masih rendah, sehingga butuh pembenahan besar-besaran.
“Aset harus ditertibkan. Ini bisa jadi sumber peningkatan PAD jika dikelola optimal,” jelasnya.
Endin menegaskan akan menjalankan birokrasi dengan penguatan disiplin dan reward–punishment yang jelas, termasuk kepatuhan jam kerja, ketegasan sanksi bagi pelanggar, serta penghargaan bagi aparatur berprestasi.
Ia juga menyampaikan pesan soliditas keinternal pegawai Pemda, menolak adanya istilah “anak emas”, dan menegaskan bahwa semua perangkat daerah memiliki satu tujuan: membangun Kabupaten Bekasi.
“Kita semua keluarga. Semua punya tujuan yang sama, memajukan Kabupaten Bekasi,” demikian kata dia.***




