BEKASI.POJOKSATU.id - Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kabupaten Bekasi, Henry Lincoln, menyatakan bahwa amblesnya jalan baru di Kampung Rancaiga disebabkan lemahnya struktur Tembok Penahan Tanah (TPT) milik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Hal ini diperparah oleh kondisi tanah yang terus mengalami penurunan akibat luapan Kali Cibeet.
Menurutnya, jalan tersebut sebenarnya baru selesai dibangun pada Januari 2025 sebagai hasil usulan warga yang kerap terisolasi saat musim hujan.
Namun karena struktur penahan tidak kuat, jalan selebar lebih dari 70 meter dengan kedalaman longsor antara 3 hingga 6 meter rusak berat hanya dalam beberapa bulan.
Baca Juga: Jalan Rancaiga Amblas, Akses Penghubung Cipayung–Pasirtanjung Lumpuh
Meski proyek masih dalam masa pemeliharaan kontraktor, mengingat kerusakan disebabkan faktor alam, pihaknya berencana berkoordinasi dengan BBWS untuk mencari solusi. Salah satu opsi yang dikaji adalah memindahkan jalur jalan menjauh dari pinggiran kali.
“Persoalannya bukan hanya teknis, tapi juga pembebasan lahan jika harus relokasi. Namun kondisi saat ini tidak memungkinkan untuk terus mempertahankan jalan di lokasi yang sama,” ujar Henry.***




