BEKASI.POJOKSATU.id – Pemerintah Kabupaten Bekasi mengungkap sejumlah faktor penyebab kerusakan dan jalan amblas di ruas Jalan Kali Cikarang Bekasi Laut (CBL), mulai dari kondisi geografis hingga tingginya aktivitas kendaraan bertonase besar.
Kepala Bidang Pembangunan Jalan Dinas SDA-BMBK Kabupaten Bekasi, Dede Chairul, menjelaskan jalur CBL memiliki kondisi yang rawan longsor karena berada di antara saluran irigasi dan aliran Kali CBL.
Menurutnya, rembesan air dari saluran irigasi dan luapan sungai saat debit meningkat dapat menggerus konstruksi badan jalan hingga memicu longsor.
Baca Juga: Pemkab Bekasi Siapkan Rp4,1 Miliar Tangani Jalan Amblas di Jalur CBL
“Posisi saluran irigasi lebih tinggi dari badan jalan sehingga kemungkinan ada rembesan air. Ketika jalan terendam dan aliran Kali CBL deras, konstruksi jalan ikut tertarik dan akhirnya longsor,” katanya, Senin, 11 Mei 2026.
Selain faktor alam, tingginya mobilitas kendaraan bertonase besar juga disebut mempercepat kerusakan jalan di sepanjang jalur CBL.
Pemerintah daerah pun telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi untuk membatasi kendaraan berat yang melintasi ruas tersebut.
Dede juga menyoroti buruknya sistem drainase di sejumlah titik jalan. Menurutnya, banyak saluran air tersumbat sampah bahkan tertutup bangunan sehingga air meluap ke badan jalan dan mempercepat kerusakan.
Baca Juga: Truk Pengangkut Ekskavator Tabrak Rumah Gara-Gara Gagal Menanjak di Jembatan BKT
“Kami mengajak masyarakat untuk berkolaborasi menjaga lingkungan dan drainase. Banyak saluran air menyumbat dan tertutup ruko sehingga air meluap ke badan jalan. Salah satu penyebab kerusakan jalan dipicu drainase buruk dan muatan kendaraan melebihi kapasitas,” tutupnya.***




