BEKASI.POJOKSATU.ID - Aktivitas ribuan pekerja dan komuter di wilayah Cikarang Selatan hingga Serang Baru, Kabupaten Bekasi, terancam terganggu akibat proyek perbaikan Jalan KH Raden Ma’mun Nawawi.

Kepadatan lalu lintas diperkirakan terjadi terutama pada jam berangkat dan pulang kerja.

Masyarakat yang setiap hari melintasi jalur tersebut diminta mulai mengatur perjalanan dan mempertimbangkan penggunaan jalur alternatif agar tidak terjebak kemacetan panjang selama proses perbaikan jalan berlangsung.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Bekasi, Komisaris Polisi Sugihartono, mengatakan titik paling rawan terjadi kepadatan berada di ruas jalan depan PT Mulia Keramik, Cikarang Selatan.

Baca Juga: Cegah Kecanduan dan Cyber Bullying, Sekolah Batasi Penggunaan Medsos

Lokasi itu menjadi titik temu kendaraan dari arah kawasan industri dan akses Tol Cikarang Barat.

“Yang agak krusial lagi itu nanti yang di depan Mulia Keramik, karena memang akses keluar-masuk kendaraan dari Tol Cikarang Barat. Kemungkinan dampaknya luar biasa,” ungkap Sugihartono, dikutip dari Radar Bekasi, 17 April 2026.

Menurutnya, volume kendaraan pada pagi hari dan sore hari sangat tinggi karena bertepatan dengan mobilitas pekerja menuju tempat kerja serta arus kepulangan.

Oleh sebab itu, kepolisian akan fokus melakukan pengamanan pada jam sibuk.

Baca Juga: Bapperida Kota Bekasi Gelar Musrenbang RKPD 2027, Sinkronkan Program dan Aspirasi Warga

Petugas lalu lintas akan disiagakan mulai pukul 06.00 hingga 08.00 WIB untuk mengurai arus kendaraan pagi hari.

Sementara pada sore hari, penjagaan kembali ditingkatkan pada pukul 16.00 hingga 18.00 WIB saat para pekerja pulang kerja.

Dalam upaya meminimalkan kemacetan, personel dari Polsek Cikarang Selatan dan Serang Baru akan ditempatkan di sejumlah persimpangan.

Selain itu, kontraktor proyek juga diminta menyiapkan petugas pengatur lalu lintas di sekitar area pengerjaan.

Jika terjadi antrean kendaraan yang cukup panjang, tim urai macet akan langsung diterjunkan ke lapangan.

Polisi juga telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak agar pekerjaan dilakukan secara bertahap.

“Biasanya pengerjaan 30 hari sampai ada dua bulan, tergantung dari panjangnya. Makanya kita dari mulai kegiatan back-over,” kata Sugihartono.

Baca Juga: Misteri Kematian Bos Tenda Hajatan di Bekasi, Polisi Dalami Dugaan Pembunuhan dan Pencurian

Ia juga mengimbau masyarakat untuk menyesuaikan jadwal perjalanan agar tidak menumpuk pada jam sibuk.

Pengendara yang memiliki pilihan rute lain diminta memanfaatkannya demi kelancaran bersama.

“Kami juga mengimbau masyarakat untuk mencari jalur alternatif. Karena kalau semua kendaraan menumpuk di satu titik, kapasitas jalan tidak akan mencukupi dan berpotensi menimbulkan kemacetan,” tutupnya.

Dengan adanya proyek ini, para pekerja dan komuter di Kabupaten Bekasi diharapkan lebih waspada serta merencanakan perjalanan lebih awal agar aktivitas harian tidak terganggu.***