BEKASI.POJOKSATU.id – Pemerintah Kabupaten Bekasi menyampaikan apresiasi atas antusiasme luar biasa masyarakat terhadap gelaran Job Fair 2025 yang digelar secara offline di Presiden University Convention Center, Jababeka Cikarang, Selasa, 27 Mei 2025.

Acara ini menjadi salah satu job fair terbesar dalam beberapa tahun terakhir, dengan estimasi jumlah pengunjung mencapai 25.000 orang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi, Nur Hidayah, menjelaskan bahwa acara yang dijadwalkan mulai pukul 09.00 WIB tersebut sudah dipadati peserta sejak pukul 06.00 WIB.

“Animo pencari kerja sangat tinggi. Bahkan sejak pukul 06.00 mereka sudah mengantri. Karena jumlah yang hadir jauh melebihi prediksi, kondisi sempat padat dan kami membuka akses lebih awal sekitar pukul 08.00 WIB,” jelas Nur Hidayah dalam konferensi pers di Kantor Pemkab Bekasi, Rabu, 18 Mei 2025.

Baca Juga: Jumlah Pencaker Lebih Banyak daripada Loker, Rieke: Bonus Demografi Bisa Jadi Bencana Jika Tak Dikelola

Meski telah dilakukan gladi bersih bersama instansi terkait sehari sebelum acara, lonjakan jumlah peserta menjadi tantangan tersendiri. Kehadiran 64 perusahaan ternama dinilai menjadi salah satu faktor daya tarik tinggi acara ini, bahkan mencatat salah satu posisi kerja menerima hingga 16.000 pelamar.

Akibat kepadatan, beberapa peserta sempat mengalami kelelahan hingga pingsan, namun seluruhnya telah mendapatkan penanganan medis dan tidak ada yang dirawat inap.

Nur Hidayah menegaskan bahwa meskipun pihaknya telah menerapkan sistem digital berbasis QR Code untuk pelamaran, sejumlah perusahaan masih menerima lamaran fisik sebagai bentuk empati kepada pencari kerja.

“Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk pengaturan kelompok masuk, manajemen antrean, serta peran pihak pelaksana acara (EO),” tegasnya.

Baca Juga: Job Fair Disnaker Kabupaten Bekasi Ricuh, Dihadiri 25 Ribu Pencari Kerja

Job Fair 2025 ini merupakan gelombang pertama, dan Pemkab Bekasi membuka kemungkinan untuk gelombang lanjutan dengan format hybrid, virtual, atau tetap offline. Evaluasi menyeluruh akan menjadi dasar dalam menentukan pola terbaik untuk pelaksanaan selanjutnya.

Pemkab Bekasi menegaskan komitmennya untuk menjadikan Job Fair sebagai role model nasional, tidak hanya membuka lapangan kerja tetapi juga menjamin kenyamanan, keamanan, dan transparansi proses rekrutmen.
Seluruh perusahaan peserta diminta untuk melaporkan perkembangan data seleksi dan penempatan tenaga kerja pasca-acara, sebagai bentuk akuntabilitas kepada publik.***