BEKASI.POJOKSATU.id - Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi memastikan aktivitas di TPA Burangkeng telah kembali berjalan normal setelah sempat mengalami gangguan dalam beberapa hari terakhir.

Kepastian tersebut disampaikan oleh Humas DLH Kabupaten Bekasi, Dedi Kurniawan, pada Minggu, 26 April 2026.

Ia menjelaskan bahwa pengelolaan alat berat kini sepenuhnya ditangani oleh pihak ketiga, yang dinilai lebih efektif dalam menjaga kelangsungan operasional.

“Seluruh alat berat yang beroperasi di TPA Burangkeng menggunakan pihak ketiga, dan ini sudah hampir masuk tahun kedua. Hasilnya lebih efektif karena tidak ada lagi alat yang rusak atau kekurangan,” ujarnya.

Baca Juga: Sidak Muaragembong, Plt Bupati Bekasi Soroti Fasilitas Sekolah Rusak dan Rawan Banjir

Dengan sistem tersebut, ketersediaan alat dan operator dapat terjamin sehingga proses pengolahan sampah berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Bahkan, antrean kendaraan pengangkut sampah kini sudah tidak terjadi lagi.

“Operator aman, alat juga tersedia, dan yang terpenting sekarang sudah tidak ada antrean. Itu yang kita jaga agar pelayanan tetap optimal,” katanya.

Dedi mengungkapkan bahwa kendala sebelumnya dipicu oleh kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) industri yang cukup signifikan, sehingga berdampak pada biaya operasional pihak ketiga.

“Bukan karena kelangkaan, tetapi karena kenaikan harga BBM industri yang cukup tinggi dan di luar perhitungan kontrak,” jelasnya.

Namun, DLH bersama pimpinan daerah segera mengambil langkah cepat melalui serangkaian rapat untuk mencari solusi, hingga operasional dapat kembali berjalan sejak Sabtu.

“Alhamdulillah, setelah melalui pembahasan panjang, operasional kembali berjalan sejak Sabtu kemarin. Ada penyesuaian jumlah alat berat dari sebelumnya sekitar 22 unit menjadi sekitar 18 unit untuk menyesuaikan anggaran yang ada,” terangnya.

Baca Juga: Perbaikan Jalan Tol Cipularang dan Tol Padaleunyi, Jasa Marga Lakukan Pemeliharaan Hingga 30 April 2026

Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari efisiensi tanpa mengurangi kualitas pelayanan. Saat ini, kondisi di lapangan sudah stabil dan aktivitas pengangkutan sampah kembali normal.

“Sekarang sudah normal, tidak ada antrean, dan armada sudah bergerak kembali. Itu yang menjadi fokus utama kami saat ini,” tegasnya.

Di akhir, pihak DLH mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah, terutama menjelang musim kemarau, karena berpotensi memicu kebakaran dan membahayakan lingkungan serta kesehatan.

“Kami harapkan masyarakat tidak membakar sampah karena dampaknya sangat berbahaya,” pungkasnya.***