BEKASI.POJOKSATU.ID - Kondisi Kali Ulu di Desa Karangraharja, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, menjadi gambaran nyata krisis sungai perkotaan di kawasan padat permukiman.

Sungai yang melintang di tengah perumahan itu dipenuhi eceng gondok, endapan lumpur, dan sampah, hingga akhirnya meluap dan merendam rumah warga saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Pascabanjir yang terjadi pada Minggu 18 Januari 2026, warga bersama aparat desa turun langsung ke aliran Kali Ulu pada Rabu 28 Januari 2026 pagi.

Mereka membersihkan eceng gondok yang menutupi sungai sepanjang sekitar 300 meter di kawasan Perumahan Grand Cikarang City 1.

Tumpukan gulma dan sampah tersebut selama ini disebut menjadi penyumbat aliran air, terutama di titik cekungan sungai.

Salah seorang warga, Nurhayani (43), mengatakan kondisi Kali Ulu yang tidak terawat membuat warga selalu waswas setiap hujan turun.

“Banjir kemarin kita gak nyangka akan terjadi. Biasanya cuma genangan dan cepat surut. Tapi karena debit Kali tinggi, limpas. Mampet sama eceng gondok juga,” ujar Nurhayani.

Ia menuturkan, air datang dengan cepat hingga memaksanya menyelamatkan barang seadanya dan mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.

Trauma akibat banjir membuatnya sulit merasa tenang. “Kalau hujannya deras dan lama, pasti kepikiran terus. Takut kejadian lagi. Tidur juga nggak nyenyak,” tambahnya.

Kepala Desa Karangraharja, Suhendra, menyebut Kali Ulu selama ini kurang mendapat perawatan jangka panjang, padahal posisinya berada di antara pemukiman padat.

“Banyak sampah, eceng gondok dan endapan lumpur di Kali Ulu. Ini yang menyebabkan air cepat meluap ketika hujan deras,” kata Suhendra.

Menurutnya, persoalan Kali Ulu mencerminkan masalah klasik sungai perkotaan, di mana pertumbuhan pemukiman tidak diimbangi dengan pengelolaan sungai dan drainase yang memadai.

Ia menegaskan, pembersihan yang dilakukan warga saat ini baru bersifat darurat.

“Yang kami lakukan masih penanganan awal. Untuk jangka panjang, perlu normalisasi sungai dan perbaikan drainase,” ujarnya.

Camat Cikarang Utara, Enop Can, juga mengakui bahwa banjir yang melanda lima desa di wilayahnya dipicu oleh luapan Kali Ulu dan ketidaksiapan saluran air perumahan.

“Selain curah hujan tinggi, luapan Kali Ulu membuat perumahan seperti Puri Cikarang Hijau dan Sakura tergenang,” jelas Enop Can.

Kondisi Kali Ulu kini menjadi pengingat bahwa sungai di kawasan perkotaan bukan sekadar saluran air, melainkan sistem vital yang membutuhkan perawatan berkelanjutan.

Tanpa pengelolaan serius, krisis sungai perkotaan seperti yang terjadi di Kali Ulu berpotensi terus memicu banjir berulang dan mengancam keselamatan warga.***