BEKASI.POJOKSATU.id - Calon Kepala Desa Lambangsari Nomor Urut 2, Yaceu Herliyanti, menggelar agenda kampanye terbuka di wilayah Desa Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, pada Selasa, 15 September 2026.
Dalam aksi konvoi tersebut, Yaceu bersama ribuan simpatisannya menyisir jalanan desa untuk menyapa langsung masyarakat setempat.
Rombongan pawai bertolak dari kediaman pribadinya di Komplek PDK. Mengenakan kaus hitam, Kepala Desa Lambangsari periode 2012–2018 tersebut menyapa warga dari atas mobil terbuka. Di sela-sela konvoi, Yaceu secara tegas mengimbau para pengikutnya untuk menjaga ketertiban berlalu lintas dan menahan diri dari perilaku yang memicu kebisingan.
"Saya minta yang mengikuti kampanye untuk tidak menyalakan klakson dan menggeber mesin saat pawai. Lambangsari tidak hanya milik kita, tapi milik bersama. Jadi jangan sampai mengganggu masyarakat yang lain," kata Yaceu memberi pesan khusus kepada para pendukungnya.
Baca Juga: Kampanye, Endi Bersama 1.200 Pendukung Turun dan Targetkan 70 Persen Suara
Usai mengarungi rute di tiga dusun, rombongan bertolak menuju panggung utama di lapangan dekat kawasan Kalimalang, Desa Lambangsari. Di lokasi tersebut, massa dihibur oleh pementasan musik sembari mendengarkan orasi politik dari para tokoh masyarakat. Yaceu kembali menekankan agar warga terus merawat iklim kondusif serta mengedepankan cara-cara berkampanye yang santun.
Dalam kesempatan yang sama, sejumlah tokoh masyarakat menyampaikan dukungan terbuka. Tokoh warga setempat, Edi Parwoto, menyoroti rekam jejak kepemimpinan Yaceu pada medio 2012–2018 yang dinilai terbukti berhasil memajukan desa. "Tahun 2012–2018 Desa Lambangsari berhasil membangun kantor desa yang representatif di tengah keterbatasan anggaran dan pembangunan merata. Ibu Yaceu sudah memberikan bukti," tutur Edi.
Sementara itu, tokoh masyarakat lainnya, Edwin Sunarso, mengungkapkan alasannya mendukung Yaceu setelah melakukan penelusuran rekam jejak secara mandiri melalui media digital. Dari hasil penelusurannya, Yaceu dinilai bersih dari masalah hukum maupun konflik pribadi.
"Saya pertimbangkan melalui pengecekan medsos dan Google soal rekam jejak pribadi tidak ada permasalahan dan tidak ada kasus yang menjerat. Memimpin desa bukan pekerjaan mudah, tidak bisa diganggu dengan urusan keluarga ataupun permasalahan hukum," tegas Edwin.
Edwin menambahkan bahwa kiprah Yaceu sewaktu menjabat telah dirasakan langsung oleh penghuni kawasan perumahan Dukuh Bima, seperti respons cepat saat penanganan bencana banjir pada 2017 silam yang ditindaklanjuti dengan pengadaan pompa air serta genset.***




