BEKASI.POJOKSATU.id - Kebijakan Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja dalam arah pembangunan tahun 2026 akan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Prioritas tersebut mencakup sektor pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, serta pembangunan sarana dan prasarana penunjang kegiatan intrakurikuler.

Asep menjelaskan, penentuan alokasi anggaran pembangunan diselaraskan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), dengan menitikberatkan pada sektor-sektor yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

“Postur anggaran pembangunan kami arahkan sesuai RPJMD, dengan fokus utama pada kebutuhan dasar seperti pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, serta sarana dan prasarana pendukung,” ujar Asep, Kamis, 15 Januari 2026.

Baca Juga: Musrenbangdes: Pemdes Tamanrahayu Ajukan 10 Usulan Prioritas

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Bekasi juga menyiapkan sejumlah program sosial yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program tersebut antara lain pemberian insentif bagi guru ngaji kampung sebesar Rp300 ribu per bulan, bantuan biaya kematian bagi warga kurang mampu, serta rencana kenaikan insentif RT dan RW sebesar Rp100 ribu yang disesuaikan dengan kondisi fiskal daerah.

Asep mengakui adanya pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat. Namun, kondisi tersebut justru mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat inovasi dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

“Kami terus berkoordinasi dengan legislatif agar pendapatan daerah bisa ditingkatkan. Saya minta Bapenda berinovasi, baik melalui pembentukan perda baru yang berpotensi menambah retribusi, maupun pemanfaatan tanah kas daerah secara lebih produktif,” tegasnya.

Ke depan, Pemkab Bekasi juga akan menerapkan kebijakan efisiensi anggaran. Tahun 2026 dinilai menjadi momentum penting untuk merealisasikan janji pembangunan dengan mengarahkan belanja daerah secara lebih optimal ke sektor-sektor kebutuhan dasar masyarakat.***