BEKASI.POJOKSATU.id – Kabupaten Bekasi kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu motor penggerak ekonomi Jawa Barat melalui capaian indikator makro yang positif dan kontribusi besar terhadap PDRB provinsi.

Hal ini terungkap dalam Rapat Koordinasi Sinergitas Program Strategis Nasional Tahun 2025 yang dipimpin Sekda Jawa Barat, Herman Suryatman, dan dihadiri Pj Sekda Kabupaten Bekasi, Ida Farida.

Ida menyampaikan bahwa Pemkab Bekasi berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan Pemprov Jawa Barat, terutama dalam penyusunan kebijakan dan pelaksanaan program pembangunan. Menurutnya, sinergi lintas sektor sangat penting untuk mewujudkan pembangunan yang terintegrasi dari tingkat desa hingga kabupaten.

Baca Juga: Plang Penanda Cagar Budaya Disiapkan untuk Dorong Wisata Sejarah di Kabupaten Bekasi

Berdasarkan laporan BPS Jawa Barat, sejumlah indikator makro Kabupaten Bekasi menunjukkan performa yang baik. IPM menyentuh 77,8, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,17 persen, tingkat pengangguran turun ke 8,78 persen, kemiskinan berada pada 4,36 persen, rasio gini 0,367, dan PDRB per kapita mencapai Rp128,7 juta.

Pada Triwulan II 2025, Kabupaten Bekasi tercatat sebagai salah satu dari tiga daerah dengan kontribusi PDRB tertinggi di provinsi, bersanding dengan Kota Bandung dan Kabupaten Karawang.
Peringkat pendapatan daerah Kabupaten Bekasi pada 13 November 2025 juga berada di urutan ke-15 dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat.

Sementara itu, Sekda Jawa Barat Herman Suryatman menekankan bahwa pembangunan provinsi harus berorientasi hasil dan diperkuat dengan sinergi antar wilayah. Ia menyatakan bahwa visi Jawa Barat 2025–2029 adalah menjadi daerah termaju, berdaya saing global, dan berkelanjutan.

Baca Juga: Pemkab Bekasi Siap Perkuat Sinergi dengan Pemprov Jabar untuk Program Pembangunan 2025

Herman menilai pencapaian indikator makro Jawa Barat yang membaik harus dibarengi pemerataan pembangunan hingga tingkat desa agar manfaatnya merata.***