BEKASI.POJOKSATU.id – Warga Perumahan Bumi Kahuripan Indah, Desa Sukahurip, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, sudah tiga bulan menghadapi krisis air bersih.
Pasokan dari PDAM Tirta Bhagasasi tidak lagi mengalir normal ke rumah-rumah, membuat ribuan keluarga kesulitan memenuhi kebutuhan dasar harian.
Untuk mandi dan mencuci, warga terpaksa antre mengambil air dari sumur jet pump milik salah satu tetangga. Sementara untuk memasak dan kebutuhan minum, mereka harus membeli air dari depot isi ulang.
Lukman Kholid (38 tahun), salah satu warga, menyebut krisis ini sudah berlangsung sejak Maret dan mempengaruhi sekitar 1.900 Kepala Keluarga. Dampaknya, pengeluaran rumah tangga meningkat drastis.
Baca Juga: Kepala SMAN 9 Tambun Selatan Dinonaktifkan Sementara oleh Gubernur Jabar Usai Aksi Demo Siswa
“Sejak air PDAM tidak mengalir, kami harus ke laundry untuk cuci pakaian karena mesin cuci tidak bisa dipakai. Beban biaya jadi makin berat, apalagi mayoritas kami adalah pekerja swasta,” ujarnya, Senin, 9 Juni 2025.
PDAM sempat menyalurkan bantuan air bersih pada 3 Juni lalu, tetapi kualitasnya dikeluhkan warga.
“Airnya keruh dan bau. Tidak layak pakai untuk mandi, apalagi dikonsumsi,” tegas Lukman.
Warga pun mengandalkan air galon isi ulang bukan hanya untuk minum, tapi juga untuk mandi, termasuk anak-anak yang hendak berangkat sekolah. Kondisi ini dinilai sudah sangat mendesak dan membutuhkan solusi segera dari pihak terkait.***




