BEKASI.POJOKSATU.ID - Konsep pelayanan publik di Kabupaten Bekasi terus beradaptasi dengan perkembangan gaya hidup masyarakat modern.
Salah satunya dengan menghadirkan Mal Pelayanan Publik dan Gerai Pelayanan Publik di pusat perbelanjaan, yakni Lotte Mart Cikarang Utara dan Aeon Mall Deltamas.
Pendekatan ini dinilai mampu mendekatkan layanan pemerintah kepada masyarakat sekaligus memanfaatkan ruang publik yang mudah diakses.
Baca Juga: Masjid Bukan Sekadar Tempat Ibadah, DMI Tambun Selatan Dorong Pusat Peradaban Umat
Sepanjang Januari 2026, MPP dan GPP Kabupaten Bekasi tercatat dikunjungi sekitar 4.620 warga yang mengurus berbagai keperluan administrasi dan layanan publik.
Setiap harinya, jumlah pengunjung yang memanfaatkan layanan tersebut berkisar antara 160 hingga 300 orang, menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap konsep pelayanan terpadu di lokasi strategis.
Ketua Tim Bidang Perizinan Sosial dan Ekonomi DPMPTSP Kabupaten Bekasi, Sarwoko, mengatakan pemilihan pusat perbelanjaan sebagai lokasi layanan publik merupakan bentuk penyesuaian pemerintah terhadap kebutuhan dan kebiasaan masyarakat saat ini.
Baca Juga: Pintu Terkunci dan Bau Menyengat, Ini Kronologi Penemuan Mayat Pegawai RSPAU di Pondok Gede
Mall dinilai menjadi ruang publik modern yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat ekonomi, tetapi juga sebagai titik pertemuan masyarakat.
“Sekarang ini masyarakat ingin pelayanan yang mudah dijangkau, nyaman, dan tidak ribet. Dengan hadirnya MPP di mall, masyarakat bisa mengurus administrasi sambil menjalankan aktivitas lainnya,” kata Sarwoko, Jumat 6 Februari 2026.
Menurut Sarwoko, konsep ini juga mencerminkan perubahan cara pemerintah menghadirkan pelayanan publik.
Baca Juga: ARTOTEL Living World Grand Wisata Bekasi Resmi Beroperasi, Destinasi Baru Gaya Hidup Modern
Pemerintah tidak lagi menunggu masyarakat datang ke kantor-kantor pelayanan yang kaku, melainkan justru hadir di ruang-ruang publik yang sudah akrab dengan kehidupan warga.
Ia menambahkan, keberadaan MPP merupakan bagian dari program nasional yang pelaksanaannya harus dilaporkan secara rutin kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.
Dengan lokasi yang strategis dan mudah diakses, MPP Kabupaten Bekasi diharapkan mampu menjadi contoh inovasi pelayanan publik yang efektif.
“Mal Pelayanan Publik ini amanat dari Kemenpan. Jadi setiap bulan aktivitasnya kami laporkan. Lokasi di pusat perbelanjaan justru memperkuat fungsi MPP sebagai pusat layanan yang inklusif,” ujarnya.
Saat ini, berbagai instansi membuka layanan di MPP dan GPP Kabupaten Bekasi, mulai dari DPMPTSP, Samsat Corner, Bank BJB, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, hingga Disdukcapil, Bapenda, ATR/BPN, dan sejumlah perangkat daerah lainnya.
Baca Juga: DPMPTSP Bekasi Tegaskan Pelayanan Publik Adalah Wajah Pemerintah, Ribuan Warga Datangi MPP
Kehadiran banyak tenant layanan dalam satu lokasi dinilai sangat membantu masyarakat dalam menghemat waktu dan biaya.
Meski begitu, Sarwoko mengakui Kabupaten Bekasi masih memiliki pekerjaan rumah ke depan, yakni membangun gedung MPP permanen yang lebih representatif.
Saat ini, MPP masih menempati gedung sewa di pusat perbelanjaan, meskipun konsep tersebut dinilai efektif dalam menjangkau masyarakat.
“Ke depan kita berharap Kabupaten Bekasi bisa memiliki gedung MPP sendiri yang ikonik. Tapi untuk sekarang, mall menjadi solusi ruang publik modern yang sangat relevan,” pungkasnya.***




