Pojokbekasi.com - Pemerintah Kabupaten Bekasi meluncurkan aplikasi digital layanan terintegrasi lintas organisasi perangkat daerah. Aplikasi tersebut diberi nama Bebunge 2.0 yang memiliki arti 'Bekasi Nyambung Bae'.

Aplikasi Bebunge 2.0 ini dilaunching pada Rabu (29/11/2023) kemarin di Hotel Holiday Inn, Jababeka, Cikarang Utara. Peluncuran aplikasi ini dilakukan langsung oleh Penjabat Bupati Bekasi Dani Ramdan.

"Bubenge 2.0 kali ini mencoba menghimpun berbagai aplikasi-aplikasi layanan digital yang ada di setiap dinas dalam satu aplikasi yang disebut super aplikasi yaitu Bebunge atau Bekasi Nyambung Bae," kata Dani.

Dia mengatakan, Bebunge 2.0 sebagai aplikasi yang terintegrasi ini memiliki tujuan untuk memudahkan pelayanan kepada masyarakat dalam menyampaikan aspirasi, informasi dan layanan publik lainnya.

"Ini salah satu cara dan inovasi agar masyarakat tidak lagi dipusingkan dengan banyaknya aplikasi yang begitu banyak yang tersebar di setiap dinas, kini masyarakat cukup hanya pakai satu aplikasi Bebunge aja yang didowload di smartphone," ucapnya.

Saat ini, Bebunge telah berjalan efektif dalam layanan aplikasi di Disnaker untuk pendaftaran kartu pencari kerja. Diharapkan juga diterapkan di Dinas Pendidikan untuk PDB Online dan berbagai layanan lainya.

"Saya akan instruksikan di tahun 2024 nanti, agar semua perangkat daerah menggabungkan semua layanan digitalnya ke aplikasi Bebunge dan ini sifatnya wajib," katanya.

Dani Ramdan juga menginstruksikan Diskominfosantik mengevaluasi dan melakukan pengecekan aplikasi yang sudah tidak lagi berfungsi untuk dihentikan. Hal tersebut untuk meminimalisir agar tidak dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggungjawab.

Selain itu, Pemkab Bekasi juga mengajak semua perangkat daerah meningkatkan eksistensi dan kompetensi dengan memanfaatkan teknologi digital dengan baik.

"Kalau kurang SDM dalam kompetensi tersebut, paling tidak kita bisa rekrut personel ASN maupun non-ASN yang punya kapasitas, kapabilitas dan kompetensi dalam mengendalikan teknologi digital, sistem informasi dalam pengelolaan media sosial," ucapnya.

"Ini menjadi kebutuhan kita sekarang, sehingga kita semua bisa niatkan sebagai bentuk tanggung jawab dan pelayanan publik yang berkualitas," lanjut Dani.(enr)