BEKASI.POJOKSATU.id - Fatir Arya Adinata, 12 tahun, telah tiada. Akan tetapi, orang tuanya tidak akan melupakan penderitaan sang anak yang menjadi korban bully di SDN Jatimulya 9, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.
Ibu Fatir, Diana Novita, pernah menceritakan tentang bully yang dialami oleh anaknya sewaktu Fatir masih hidup.
Saat itu kepada wartawan, pada Selasa, 31 Oktober 2023, Diana bercerita bahwa Fatir hendak berjalan ke kantin. Tiba-tiba, temannya menjahili dari arah belakang sehingga korban terjatuh.
Saat itu Fatir mengalami luka pada bagian tangan dan memar pada dengkul kaki.
"Teman-temannya bukan menolong, justru menertawakan dan mengolok-olok. Anak saya juga diancam agar tidak melapor kepada guru dan orang tua," ucap Diana saat itu.
Aksi bully itu, kata Diana, tidak berhenti sampai di situ, namun terus berlanjut pada hari-hari berikutnya.
Orang tua baru mengetahui apa yang dialami anaknya ketika Fatir mengeluh tidak bisa bangun dari tempat tidur karena merasakan sakit pada bagian kaki.
"Awalnya anak saya tidak mau cerita, namun karena dipaksa akhirnya anak saya cerita aksi bullying yang dilakukan temen-temennya," ucap dia.
Saat bertemu pihak sekolah dan juga keluarga pelaku bully, malah dianggap sebatas candaan antarteman di sekolah.
Baca Juga: Perundungan di SDN Jatimulya 9, KPAD Kabupaten Bekasi: Bullying Jangan Disepelekan
"Saya sangat kecewa dengan kondisi anak saya yang sedang sakit dan harus menjalani pengobatan tapi dianggap bukan sesuatu yang buruk. Aksi bully yang dilakukan teman-temannya dianggap hanya sebuah candaan," ucap dia.
Fatir pun harus mengalami amputasi pada bagian kaki. Dokter RS Dharmais mendiagnosa Fatir mengalami kanker tulang dan kakinya harus diamputasi.
Upaya orang tua Fatir mencari opini kedua (second opinion) ke sejumlah RS telah dilakukan.
Pada akhirnya, orang tua Fatir melayangkan laporan polisi LP/B/1045/IV/2023/SPKT/Polres Metro Bekasi/ Polda Metro Jaya, pada 17 April 2023.
"Laporan ini karena saya tidak mendapatkan keadilan dan jalan keluar dari pihak sekolah maupun keluarga pelaku atas aksi bullying dan dampaknya yang sedang dialami anak saya,” demikian kata Diana.***




