BEKASI.POJOKSATU.id - Pemerintah Kabupaten Bekasi memperkuat upaya perlindungan sektor pertanian dengan mempercepat pembenahan saluran irigasi di Kecamatan Pebayuran. Langkah tersebut ditujukan untuk menjaga ketersediaan air saat musim kemarau sekaligus mengurangi potensi banjir ketika curah hujan meningkat.
Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mengatakan, sistem irigasi yang berfungsi optimal menjadi kunci dalam menjaga produktivitas pertanian dan ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Bekasi.
Menurutnya, hasil peninjauan lapangan menemukan sejumlah persoalan yang menghambat distribusi air, seperti sedimentasi, penumpukan eceng gondok, sampah, hingga kondisi infrastruktur saluran yang memerlukan perbaikan.
Baca Juga: Pemkab Bekasi Percepat Normalisasi Irigasi Pebayuran, Targetkan Pekerjaan Dimulai Pekan Depan
Untuk mengatasinya, Pemerintah Kabupaten Bekasi akan berkoordinasi dengan BBWS dan PJT II guna melaksanakan normalisasi saluran, sekaligus mengalokasikan pembangunan empat jembatan melalui Anggaran Belanja Tambahan sebagai bagian dari peningkatan fungsi jaringan irigasi.
"Kita tidak ingin petani mengalami kekeringan saat kemarau, tetapi juga tidak ingin masyarakat terdampak banjir ketika musim hujan. Dengan normalisasi ini, aliran air akan lebih lancar sehingga kebutuhan irigasi terpenuhi dan risiko banjir dapat dikurangi," kata Asep, Selasa, 28 Juli 2026.
Ia berharap penanganan tersebut mampu menekan risiko gagal panen, meningkatkan produktivitas pertanian, sekaligus menjaga kesejahteraan petani di wilayah utara Kabupaten Bekasi.
Baca Juga: ORI Kembali Aktif di Bekasi, Mantan Pengurus Partai Buruh Fokus Bangun Organisasi Independen
Perbaikan jaringan irigasi di Pebayuran juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam mendukung kawasan pertanian berkelanjutan dengan memastikan pasokan air irigasi tetap tersedia sepanjang musim.***




