BEKASI.POJOKSATU.id - Program Kredit Perumahan dan FLPP yang disosialisasikan di Kabupaten Bekasi disambut positif oleh pemerintah daerah.
Dalam acara yang dihadiri ratusan pelaku usaha dan berbagai komunitas profesi ini, pemerintah memastikan akses pembiayaan perumahan maupun permodalan semakin mudah dijangkau masyarakat.
Wakil Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menilai KUR Perumahan sebagai langkah strategis untuk membantu warga terhindar dari praktik pinjol dan rentenir. Menurutnya, program ini sangat membantu, terutama bagi pelaku UMKM yang membutuhkan modal tanpa jaminan untuk pinjaman di bawah Rp100 juta.
Baca Juga: Menteri Maruarar Ajak Warga Bekasi Manfaatkan KUR Perumahan dan FLPP
“KUR ini paling tepat untuk membantu masyarakat, terutama UMKM. Untuk pinjaman di bawah Rp100 juta tidak memerlukan jaminan,” ujarnya usai mendampingi Bupati Ade Kunang.
Kepala Dinas Perkimtan Kabupaten Bekasi, Nurchaidir, menjelaskan bahwa Pemkab Bekasi telah memberikan dukungan nyata guna menekan biaya rumah subsidi. Di antaranya melalui pembebasan biaya PBG dan BPHTB, sehingga harga rumah bersubsidi bisa lebih terjangkau.
Dalam sosialisasi ini juga diadakan diskusi panel untuk menjelaskan skema KUR dan FLPP kepada warga serta pelaku usaha yang hadir.
Sasaran program mencakup UMKM, kontraktor, developer, pengemudi ojek online, pengusaha konstruksi, hingga pemilik toko bangunan. Nurchaidir mendorong masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas pembiayaan pemerintah yang menawarkan bunga rendah dan akses mudah.
Baca Juga: Sukatani Raih Juara Umum MTQH Kabupaten Bekasi 2025 dengan Total Nilai Tertinggi
“Bunganya rendah, dan untuk pinjaman di bawah 100 juta tidak ada jaminan. Ini kesempatan besar bagi warga yang sudah punya usaha atau membutuhkan pembiayaan rumah,” jelasnya.
Program ini diharapkan dapat dioptimalkan oleh masyarakat Kabupaten Bekasi, baik untuk kepemilikan rumah maupun penguatan usaha produktif.***




