BEKASI.POJOKSATU.id - Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi melantik sebanyak 153 pejabat administrator dan pengawas dari eselon IV-b sampai dengan III-a.
Pelantikan berlangsung di aula KH Noer Ali, Gedung Bupati Bekasi, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Senin, 25 Maret 2024, pagi.
Pada kesempatan yang sama menjabat Bupati Bekasi Dani Ramdan juga melantik 9 orang PNS Dinas Kesehatan yang mendapat tugas tambahan sebagai kepala UPTD Puskesmas.
Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bekasi Cikarang Resmi Jalin Kerja sama dengan IBI Jawa Barat
Pejabat Bupati Bekasi Dani Ramdan berharap PNS yang dilantik hari ini lebih memiliki semangat yang tinggi motivasi yang lebih kuat dan kinerja yang lebih bagus karena hal itu merupakan tujuan dari setiap rotasi dan mutasi.
"Ini memerlukan prosedur yang sangat panjang untuk bisa melakukan rotasi dan mutasi. Ada kajian tim penilai kinerja kemudian bagaimana kinerja tahunan dan kita juga melakukan asesment. Hasil asesment itu kita jadikan bahan pertimbangan," kata dia.
"Kemudian kita usulkan untuk mendapat pertimbangan teknis BKN dan satu-satu lagi dicek kelengkapan administrasinya dan persyaratannya harus ke provinsi dan Kementerian. Dalam perjalanan itu baik yang keluar-masuk berganti. Dari temukan ada persyaratan teknis maupun administrasi dan kompetensi yang kurang memenuhi," kata dia.
Baca Juga: The Palace Jeweler Hadir di AEON Mall Deltamas, Berikan Jaminan Mutu Produk Bagi Konsumen
Dia berharap ASN yang dilantik hari ini dapat memberikan kinerja yang baik kemudian penyerapan anggaran yang berkualitas bukan hanya tinggi tetapi juga akan table sasaran tercapai dari tiap rupiah yang terkeluarkan.
"Outcome-nya nyata, kalau sudah tercapai banyak kinerja yang tercapai. Fokus pada prioritas yang telah kita tetapkan seperti pengurangan kemiskinan ekstrem pengendalian inflasi peningkatan investasi sampai kepada aspek digitalisasi," kata dia.
Sementara itu Kepala Badan Kepegawaian dan Pembinaan Sumber Daya Manusia (BKPDSM) Kabupaten Bekasi Endin Samsudin menerangkan setiap bulan ada PNS yang pensiun dan terjadi kekosongan jumlahnya antara 5 sampai 10 orang.
"Setelah itu pun kita akan petakan jabatan mana saja yang kosong dan jabatan mana saja yang pejabatnya akan pensiun dalam bulan depan," ucap dia.
Pada mutasi dan rotasi tadi ada beberapa ASN yang mendapat promosi dan juga beberapa lainnya sudah menduduki suatu jabatan dalam waktu kurang-lebih 5 tahun.
Sementara untuk pengisian kekosongan jabatan eselon 2, Endi menjelaskan masih dalam proses job fitting.***




