BEKASI.POJOKSATU.id - Pemerintah Kabupaten Bekasi terus memperluas pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan publik. Salah satu inovasinya diwujudkan melalui aplikasi Bebunge yang kembali digunakan sebagai platform utama Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMP Negeri Tahun Ajaran 2026/2027.
Berbeda dengan sejumlah daerah yang masih mengandalkan situs web maupun proses administrasi semi-manual, seluruh tahapan SPMB di Kabupaten Bekasi telah terintegrasi dalam satu aplikasi berbasis Android dan iOS.
Mulai dari registrasi akun, pengunggahan dokumen, verifikasi administrasi, pemilihan sekolah, pemantauan hasil seleksi hingga pengumuman dapat dilakukan melalui satu platform.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Kabupaten Bekasi, Yan Yan Akhmad Kurnia, mengatakan inovasi tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, mudah, transparan, dan akuntabel.
"Kami ingin memastikan masyarakat Kabupaten Bekasi memperoleh pelayanan pendidikan yang mudah diakses tanpa harus datang berkali-kali ke sekolah. Bebunge menjadi bukti bahwa pemerintah daerah mampu menghadirkan inovasi digital yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Hari ini kita tidak hanya berbicara mengenai aplikasi, tetapi tentang perubahan budaya pelayanan publik yang lebih modern, efisien, dan transparan," ujar Yan Yan, Kamis, 2 Juli 2026.
Baca Juga: Bebunge Layani 50 Ribu Lebih Pendaftar SPMB SMP Kabupaten Bekasi, Pemkab Klaim Sistem Makin Andal
Ia menambahkan, tingginya antusiasme masyarakat menggunakan Bebunge menunjukkan semakin berkembangnya ekosistem digital di sektor pendidikan Kabupaten Bekasi.
"Ke depan, Bebunge akan terus dikembangkan sebagai bagian dari ekosistem layanan digital Pemerintah Kabupaten Bekasi. Kami ingin semakin banyak layanan publik yang dapat diakses masyarakat melalui satu aplikasi sehingga pelayanan menjadi lebih sederhana, terintegrasi, dan berkualitas," katanya.
Pada pelaksanaan SPMB tahun ini, aplikasi tersebut mencatat 50.702 pendaftar dengan proses yang dapat dipantau secara real time melalui dashboard monitoring pemerintah.
Keberhasilan implementasi Bebunge selama tiga tahun terakhir diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan layanan publik digital lainnya sehingga masyarakat dapat mengakses berbagai pelayanan pemerintah secara lebih mudah melalui satu aplikasi terintegrasi.***




