BEKASI.POJOKSATU.id - Puskesmas Setu 1 saat ini sedang gencar untuk monitoring Posyandu dalam rangka intervensi serentak pencegahan stunting.

Kasus stunting di wilayah Kabupaten Bekasi belakangan ini meningkat. Oleh karena itu, intervensi dan kolaborasi semua pihak dalam mencegah kenaikan stunting dan menurunkan Kasus stunting yang sudah ada.

Kepala Puskesmas Setu 1 Jeje Supriyatmi mengatakan diharapkan pada bulan Juni ini semua ibu hamil datang ke Posyandu. Bayi dan balita juga ditimbang dan diberikan obat cacing dan tablet tambah darah bagi ibu hamil.

Baca Juga: Pemdes Cibening Resmi Jalin Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan, Pelayanan Kepesertaan Semakin Mudah Dijangkau

"Bagi yang tidak hadir ke Posyandu, kita door to door membawa timbangan dengan bidan desa. Kalau ditemukan stunting dari desa ke Puskesmas dan dari Puskesmas jika ada penyakit penyerta dirujuk ke RSUD," kata dia.

Jeje meninjau langsung aktivitas pelayanan Posyandu Teratai 8 di Desa Cibening. Penjabat Kepala Desa Cibening Abdul Rachmat turut memonitoring.

"Dallam monitoring kami bekerja sama dengan bidang desa dan kantor Posyandu dijadwalkan setiap hari turun ke lapangan dan jika ada kendala kita bisa cepat penanganannya," sambung dia.

Baca Juga: Pemdes Cibening Komitmen Lestarikan Festival Tabuh Bedug

Kalau ada stunting, Puskesmas dan pemerintah desa memberikan makanan tambahan selama 90 hari berupa protein hewani yang tingkat tinggi dan bergizi yang akan memberikan dampak perubahan dari yang terkena stunting.

Selama monitoring sejak hari Kamis Pekan lalu tidak ada kendala di lapangan.

"Aelain ibu hamil dan bayi balita kita juga mencegah dari 1.000 hari pertama hamil kelahiran dan bagi calon ibu yang mau menikah," demikian kata dia.***