BEKASI.POJOKSATU.id - Pemerintah Kabupaten Bekasi berencana memperkuat kolaborasi dengan 11 kawasan industri guna menyelaraskan program pendidikan dan pelatihan vokasi dengan kebutuhan dunia usaha. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus memperbesar peluang kerja bagi masyarakat lokal.
Komitmen tersebut disampaikan Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja usai menghadiri High Level Meeting (HLM) lintas kementerian bertema Kolaborasi Strategis Sensus Ekonomi 2026, Fondasi Daya Saing Industri Masa Depan yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat di Cikarang Selatan, Selasa, 21 Juli 2026.
Menurut Asep, Kabupaten Bekasi sebagai kawasan industri terbesar di Asia Tenggara memiliki potensi besar dalam menyerap tenaga kerja. Namun, potensi tersebut harus didukung dengan kompetensi tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Baca Juga: BPD Baru Diminta Kawal Infrastruktur, Desa Wisata, dan Penghijauan di Kertarahayu
"Kita akan mengundang sebelas kawasan industri untuk duduk bersama. Kami ingin mengetahui secara rinci tenaga kerja seperti apa yang dibutuhkan perusahaan, sehingga program vokasi dan pelatihan dapat disusun secara tepat," ujarnya.
Ia menilai pelatihan kerja tidak akan efektif apabila materi yang diberikan tidak sesuai dengan kebutuhan industri. Oleh karena itu, Dinas Ketenagakerjaan akan berkoordinasi secara berkala dengan pengelola kawasan industri untuk memetakan kebutuhan tenaga kerja.
Asep berharap sinergi tersebut mampu memperkuat hubungan antara dunia pendidikan, pelatihan, dan dunia kerja sehingga lulusan program vokasi memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
Selain itu, ia menegaskan bahwa keberadaan ribuan perusahaan di Kabupaten Bekasi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar melalui peningkatan kesempatan kerja bagi tenaga kerja lokal.***




