BEKASI.POJOKSATU.id - Kepolisian masih mendalami penyebab ledakan yang diduga berasal dari tabung gas elpiji di sebuah rumah warga di Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.
Peristiwa tersebut mengakibatkan enam orang menjadi korban. Dua di antaranya meninggal dunia, sedangkan empat korban lainnya hingga kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Kapolsek Cikarang Utara, Kompol Noach Hendrik, mengatakan proses penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan penyebab pasti ledakan.
Baca Juga: Kebocoran Pipa Gas di Babelan, Polisi Nyatakan Situasi Terkendali dan Tetap Mengamati
Menurutnya, polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi saat insiden terjadi.
"Saat ini masih dalam penyelidikan oleh kami," ujar Noach kepada awak media, Senin, 31 Agustus 2026
Selain melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian, penyidik juga masih mengecek berbagai kemungkinan yang menjadi pemicu ledakan.
"Untuk penyebabnya sendiri kami masih melakukan pengecekan di lapangan," jelasnya.
Baca Juga: Pemdes Kertarahayu Buka Kembali Jalan Lingkungan 196 Meter Lewat Program Padat Karya Tunai
Hingga saat ini, kepolisian belum dapat memastikan apakah ledakan sepenuhnya dipicu oleh kebocoran gas elpiji atau terdapat faktor lain yang menjadi penyebab insiden tersebut.
Pemeriksaan terhadap kondisi lokasi kejadian serta keterangan para saksi menjadi bagian dari upaya penyidik untuk menyusun kronologi dan mengungkap penyebab pasti ledakan.
Di sisi lain, empat korban yang selamat masih menjalani penanganan medis secara intensif di rumah sakit akibat luka yang diderita.
Polisi menegaskan proses penyelidikan akan terus dilakukan hingga penyebab pasti ledakan yang merenggut dua nyawa tersebut dapat dipastikan.***




