BEKASI.POJOKSATU.id -  Ketua Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Sanih, membantah tudingan adanya pungutan liar dalam proses penyaluran Bantuan Pangan Nasional kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Menurut Sanih, seluruh proses pengambilan bantuan dilakukan tanpa pungutan maupun biaya yang ditentukan kepada penerima manfaat.

"Jadi kita tegaskan tidak ada pungutan atau dipatok biaya dalam proses pengambilan bantuan pangan nasional oleh keluarga penerima manfaat (KPM)," ujar Sanih, Selasa, 16 Juni 2026.

Ia menjelaskan, apabila terdapat penerima yang memberikan uang, hal tersebut murni dilakukan secara sukarela dan bukan merupakan kewajiban yang ditetapkan oleh panitia penyaluran.

Baca Juga: Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi: Belum Ada Laporan Kekeringan dan Puso Hingga Pertengahan Juni 2026

"Kami tentu sangat menyayangkan ada berita yang beredar tanpa adanya klarifikasi atau hak jawab kepada kami dan yang beredar hanya asumsi saja," katanya.

Sanih menambahkan, proses distribusi bantuan berlangsung terbuka dan mendapat pengawasan dari berbagai pihak, termasuk Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta petugas Bulog.

Dalam program tersebut, setiap KPM menerima bantuan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.

Ia juga menegaskan bahwa data penerima bantuan sepenuhnya berasal dari pemerintah pusat berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan.

"Penerima KPM ini berbasis data langsung dari pemerintah pusat, pemerintah ada indikator sendiri untuk menentukan laik atau tidaknya penerima," tuturnya.

Baca Juga: Hadapi Musim Kemarau, Dinas Pertanian Bekasi Dorong Penggunaan Padi Tahan Kekeringan

Terkait lokasi penyaluran yang dilakukan di kediamannya, Sanih menjelaskan keputusan tersebut diambil karena kantor desa yang baru belum beroperasi dan belum memadai untuk digunakan sebagai lokasi distribusi bantuan.

"Kantor desa belum beroperasi dan belum memadai jika dilaksanakan. Untuk penentuan lokasi juga kita tembuskan ke pemerintah desa," jelasnya.

Ia menilai program bantuan pangan nasional sangat membantu masyarakat, khususnya keluarga kurang mampu yang menjadi sasaran penerima manfaat di wilayah Burangkeng.***