BEKASI.POJOKSATU.ID - PT Arifa Perdana Mandiri Klarifikasi Pemberitaan T Arifa Perdana Mandiri menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf terkait pemberitaan di sejumlah media online mengenai hubungan pekerjaan dengan PT Softpren Industries Indonesia.

Direktur Utama PT Arifa Perdana Mandiri, Arkhanudin, menjelaskan bahwa informasi yang sebelumnya disampaikan kepada media terkait adanya tagihan pekerjaan yang belum dibayarkan oleh PT Softpren Industries Indonesia belum sepenuhnya mencerminkan kondisi yang sebenarnya.

“Informasi yang sebelumnya disampaikan kepada media mengenai adanya tagihan pekerjaan yang belum dibayarkan oleh PT Softpren Industries Indonesia merupakan informasi yang belum menggambarkan keseluruhan kondisi yang sebenarnya terjadi antara kedua belah pihak,” ujar Arkhanudin dalam keterangan resminya, Senin, 16 Maret 2026.

Baca Juga: Masjid Tak Lagi Sekadar Tempat Salat, Kini Berubah Jadi Pusat Layanan Pemudik di Musim Mudik Lebaran

Ia menjelaskan bahwa persoalan yang terjadi sejatinya merupakan bagian dari proses pembahasan dan negosiasi administratif yang masih berlangsung antara kedua perusahaan. Proses tersebut dilakukan untuk menyelesaikan berbagai aspek administrasi pekerjaan yang sedang dibahas bersama.

Arkhanudin juga menyampaikan bahwa penyampaian informasi kepada media sebelum proses pembahasan selesai berpotensi menimbulkan persepsi yang kurang tepat di masyarakat serta dapat berdampak pada reputasi PT Softpren Industries Indonesia.

Karena itu, PT Arifa Perdana Mandiri menyampaikan permohonan maaf kepada PT Softpren Industries Indonesia atas informasi yang sebelumnya disampaikan kepada media dan dinilai belum menggambarkan kondisi secara menyeluruh.

Sementara itu, kuasa hukum PT Arifa Perdana Mandiri, Mahfud Siddik, juga menyampaikan permohonan maaf kepada Yamaha Music di MM2100 terkait penyebutan nama perusahaan tersebut dalam pemberitaan sebelumnya.

“Kami juga menyampaikan permohonan maaf kepada PT Yamaha atas penyebutan nama PT Yamaha dalam pemberitaan tersebut. Kami tegaskan bahwa PT Yamaha tidak memiliki keterkaitan maupun keterlibatan dalam permasalahan administrasi pekerjaan antara PT Arifa Perdana Mandiri dan PT Softpren Industries Indonesia,” kata Mahfud Siddik.

Ia menambahkan bahwa persoalan yang terjadi sepenuhnya merupakan hubungan pekerjaan antara PT Arifa Perdana Mandiri dan PT Softpren Industries Indonesia yang saat ini sedang diselesaikan melalui musyawarah antara kedua pihak.

Baca Juga: FKUB Kabupaten Bekasi Bagikan 10 Ribu Paket Takjil di Stadion Wibawamukti, Pengendara Antusias Sambut Aksi Sosial Ramadan

Ke depan, PT Arifa Perdana Mandiri berkomitmen mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memperbaiki dampak dari pemberitaan yang telah beredar, termasuk melakukan klarifikasi kepada media serta perbaikan atau penghapusan pemberitaan yang dinilai tidak menggambarkan kondisi sebenarnya.

Perusahaan juga akan menyampaikan klarifikasi kepada pihak-pihak terkait guna mencegah terjadinya kesalahpahaman lebih lanjut di masyarakat.

PT Arifa Perdana Mandiri menegaskan bahwa penyelesaian persoalan akan diupayakan secara profesional melalui komunikasi langsung antar perusahaan tanpa melibatkan pemberitaan publik yang berpotensi menimbulkan persepsi keliru.