BEKASI.POJOKSATU.id - Sejumlah guru honorer Pendidikan Agama Islam mengadakan aksi long march dari Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi menuju Istana Negara sebagai bentuk protes terhadap dugaan praktik maladministrasi di lingkungan pendidikan Kabupaten Bekasi.
Ketua Forum Guru Honorer Pendidikan Agama Islam (FKGHPAI) Muhammad Unin Saputra mengonfirmasi bahwa saat ini 69 orang telah bergabung dalam aksi tersebut. Mereka mewakili 23 Kecamatan di Kabupaten Bekasi.
Aksi protes ini dipicu oleh keputusan Pemkab Bekasi yang tidak mengusulkan formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.
Baca Juga: Kolaborasi BP Jamsostek dengan Pemkab Bekasi Lindungi 26.808 Pekerja Rentan
Menurut Unin, pada tahun 2021, 699 formasi untuk sekolah dasar dan sekolah menengah pertama negeri hilang dan tidak tersedia. Akibatnya, para guru honorer Pendidikan Agama Islam tidak dapat mendaftar.
Kontroversi juga timbul pada tahun 2022, ketika Pemerintah tidak mengusulkan formasi PPPK untuk Pendidikan Agama Islam. Pada tahun 2023, hanya ada 5 formasi yang muncul.
Akan tetapi, pada tahun 2023 hanya muncul 5 formasi saja. Di mana formasi tersebut hanya tersedia untuk 3 SMA dan 2 lainnya untuk SD serta SMP.
Baca Juga: Kontingen Kecamatan Tarumajaya Borong Medali pada Hari Pertama Porkab Bekasi
"Kami curiga, karena para dasarnya formasi Tenaga Pendidikan SMA itu dinaungi oleh Provinsi Jawa Barat, bukan Pemerintah Kabupaten Bekasi," jelas dia.
"Kami mau tuntut, kami mau tuntut juga yang 2021, bertanggung jawab atau enggak pemerintah daerah. Kenapa Pemerintah Daerah tidak melakukan usulan kembali di tahun 2022, sedangkan 2023 itu hanya ada 5 formasi dari luar," tambah Udin.
Dalam perjalanan long march mereka, para guru ini berencana untuk mampir di masjid atau musholla sebagai tempat istirahat.
Baca Juga: Jaga Tradisi Juara, Porkab Bekasi Resmi Pertemukan Atlet 23 Kecamatan
Unin juga menyatakan bahwa mereka bersedia menginap jika ada yang menyediakan fasilitas tidur, menunjukkan ketegasan mereka dalam menuntut keadilan.
Berdasarkan informasi wartawan bekasi.pojoksatu.id, Rabu, 11 Oktober 2023, malam, guru honorer Pendidikan Agama Islam yang mengikuti long march sudah campai di Cawang, Jakarta Timur.**




