BEKASI.POJOKSATU.ID - Puncak arus mudik libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 diprediksi terjadi pada hari ini, 24 Desember 2025.
Prediksi ini mengalami pergeseran dari perkiraan awal yang menyebutkan puncak arus mudik akan berlangsung pada 20 Desember 2025.
Pergeseran tersebut dipicu oleh tren kenaikan volume kendaraan yang hingga kini masih berada di kisaran 12,2 persen dibandingkan hari normal.
Baca Juga: OTT KPK Bupati Bekasi Kembali Terbongkar, Wali Kota Bekasi Angkat Bicara
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkirakan jumlah pergerakan masyarakat pada puncak arus mudik Nataru mencapai 17,18 juta orang.
Sementara itu, puncak arus balik diprediksi terjadi pada Jumat, 2 Januari 2026 dengan estimasi pergerakan mencapai 20,81 juta orang.
Menjelang puncak arus mudik tersebut, pemerintah bersama Polri dan Jasa Marga telah menyiapkan berbagai skema rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan.
Baca Juga: Arus Libur Nataru Meledak! Lalin di Jalan Layang MBZ Naik hingga 65 Persen
Skema yang disiapkan meliputi contraflow hingga sistem satu arah (one way) yang penerapannya bersifat situasional, menyesuaikan kondisi lalu lintas di lapangan.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, berdasarkan pantauan sementara, kondisi lalu lintas di ruas jalan tol hingga Rabu 24 Desember 2025 masih terpantau lancar.
Hal itu disampaikannya usai melakukan koordinasi bersama Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho dan Direktur Utama Jasa Marga Rivan Achmad Purwantono di NTMC Polri.
Baca Juga: Sentilan PDIP Usai OTT KPK, Nasib Bupati Bekasi Jadi Peringatan Keras Elite Daerah
Dudy mengatakan, Sejauh ini situasi lalu lintas di ruas jalan tol berlangsung aman dan lancar.
"Namun kami tetap mengantisipasi potensi kepadatan yang diperkirakan terjadi menjelang puncak arus mudik,” ujar Dudy, dikutip dari Tribun Bekasi, 24 Desember 2025.
Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menjelaskan, penerapan rekayasa lalu lintas akan didasarkan pada hasil traffic counting yang dipantau secara real time.
Jika volume kendaraan mencapai 6.400 kendaraan per jam, maka contraflow satu lajur akan diterapkan. Apabila volume terus meningkat, contraflow akan diperluas menjadi dua lajur.
Jika contraflow belum mampu mengurai kepadatan, Korlantas Polri akan berkoordinasi dengan Kemenhub dan pengelola jalan tol untuk menerapkan skema one way.
Baca Juga: KDMP Tamanrahayu Fokus Bidang Sembako, Targetkan Penambahan Anggota
Selain pengaturan lalu lintas, Kemenhub juga telah mengoperasikan Posko Terpadu Angkutan Nataru 2025/2026 sejak 18 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026.
Posko ini berfungsi memantau pergerakan masyarakat serta mengantisipasi potensi gangguan, termasuk risiko cuaca ekstrem.
Menhub Dudy menambahkan, mitigasi juga dilakukan di seluruh sektor transportasi, mulai dari darat, laut, udara, hingga perkeretaapian.
Baca Juga: Miris! Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Tambun Selatan Patungan Aspal Sendiri
Langkah ini diharapkan mampu memastikan perjalanan masyarakat selama libur Nataru berjalan aman, lancar, dan nyaman.***




