BEKASI.POJOKSATU.ID - Sejumlah warga Desa Tridayasakti, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, melakukan aksi gotong royong mengaspal jalan rusak secara swadaya.
Perbaikan dilakukan di Jalan KH Mas’Ud, Simpang 5, pada Rabu 24 Desember 2025, dengan dana hasil patungan warga yang dikemas dalam gerakan bertajuk #DariWargaUntukWarga.
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap kondisi jalan yang sudah lama rusak dan belum mendapat penanganan serius dari pihak terkait.
Baca Juga: Hanya 2 Aset Dilaporkan Hasil Sendiri, KPK Akan Telusuri 29 Tanah Milik Bupati Bekasi
Jalan KH Mas’Ud merupakan akses vital yang menghubungkan permukiman warga dengan pusat aktivitas ekonomi, pendidikan, serta fasilitas umum di wilayah tersebut.
Pantauan di lokasi menunjukkan warga dari berbagai usia turun langsung ke jalan.
Mereka bahu-membahu menghamparkan aspal, meratakan permukaan jalan, hingga mengatur arus lalu lintas agar perbaikan berjalan lancar.
Seluruh proses dilakukan secara manual dengan peralatan sederhana.
Salah seorang warga mengatakan, kondisi jalan yang berlubang dan bergelombang sudah lama dikeluhkan masyarakat.
Saat musim hujan, lubang tertutup genangan air sehingga sering memicu kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor.
Pada malam hari, minimnya penerangan semakin meningkatkan risiko kecelakaan.
“Sudah sering motor jatuh di sini, apalagi kalau hujan. Jalannya kelihatan mulus, padahal dalam. Kami khawatir kalau terus dibiarkan,” ujar relawan, dikutip dari Instagram @bekasi.tekini, 24 Desember 2025.
Warga mengaku telah beberapa kali menyampaikan keluhan terkait kerusakan jalan kepada pihak berwenang.
Namun hingga kini, belum ada perbaikan nyata yang dilakukan. Kondisi itulah yang mendorong masyarakat untuk bergerak secara mandiri.
“Ini jalan utama. Kalau nunggu terus, entah sampai kapan. Akhirnya kami sepakat patungan. Yang penting bisa dilewati dengan aman,” kata warga lainnya.
Baca Juga: Jejak Keluarga Atmaja Kembali, dr Asep Surya Dipilih Sebagai Plt Bupati Bekasi
Dana perbaikan dikumpulkan secara sukarela dari warga sekitar. Tidak ada nominal wajib. Setiap warga menyumbang sesuai kemampuan.
Proses pengumpulan dana dilakukan secara terbuka untuk menjaga transparansi dan kepercayaan.
Aksi gotong royong ini mendapat respons positif dari pengguna jalan.
Baca Juga: Baru 47 Persen Pekerja di Bekasi Terlindungi, BPJS Ketenagakerjaan Bekasi Kota Upayakan Ini
Banyak pengendara yang melintas mengapresiasi langkah warga karena kondisi jalan menjadi lebih aman dan nyaman.
Meski demikian, warga berharap langkah swadaya ini tidak dianggap sebagai solusi permanen.
Mereka menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur jalan tetap menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.
Baca Juga: Tiga Bocah Tewas Tenggelam Di Danau Lambang Sari, Saat Asik Berenang
Tapi ke depan, kami berharap ada perhatian serius agar jalan ini bisa diperbaiki secara permanen,” ujar perwakilan warga.
Aksi #DariWargaUntukWarga pun menjadi cerminan kuatnya semangat gotong royong masyarakat di tengah keterbatasan.
Di sisi lain, kondisi ini juga memunculkan pertanyaan publik soal lambannya penanganan infrastruktur di wilayah padat aktivitas seperti Tambun Selatan.
Warga berharap suara mereka didengar, agar kejadian serupa tidak terus berulang di wilayah lain Kabupaten Bekasi.***




