SETU, BEKASI.POJOKSATU.id - Proses relokasi gedung SDN 03 Burangkeng di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, akibat terdampak pembangunan proyek Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan hingga kini belum menemui titik terang.

Ketidakpastian tersebut memicu penolakan keras dari para orang tua murid terhadap rencana Pemerintah Kabupaten Bekasi yang hendak memindahkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sementara ke SDN 05 Burangkeng.

​Para wali murid menilai lokasi SDN 05 Burangkeng terlalu jauh dan sulit dijangkau, terlebih mayoritas keterbatasan sarana transportasi keluarga. Selain persoalan jarak, jadwal belajar yang dialihkan menjadi siang hari dikhawatirkan mengganggu aktivitas pendidikan agama atau mengaji anak-anak di sore hari.

​Perwakilan wali murid SDN 03 Burangkeng, Ainur Siti Khotimah, menegaskan para orang tua menolak opsi menumpang jika belum ada kepastian lahan permanen dan jangka waktu pembangunan gedung baru.

​"Saya menolak banget untuk pindah ke SDN 05 karena belum ada kejelasan relokasi permanen, tempatnya dimana dan berapa lama. Kami menolak menumpang belajar, disini masih ada gedung dan kami akan tetap belajar disini," ujar Ainur, Kamis, 29 Oktober 2026.

​Ia menambahkan, ketidakjelasan skema relokasi sementara ini membebani orang tua murid, baik dari sisi alokasi waktu maupun operasional antar-jemput anak sekolah.

​"Pertama itu soal antar jemput dan alokasi waktu belajar. Anak-anak kalau masuk siang itu tidak bisa mengaji. Kebanyakan wali murid tidak punya kendaraan dan untuk menumpang itu tidak nyaman," terang dia.

​Para orang tua murid sepakat untuk tetap bertahan dan memanfaatkan sisa bangunan gedung SDN 03 Burangkeng yang ada hingga Pemkab Bekasi memberikan kepastian lahan serta merampungkan konstruksi sekolah pengganti.