BEKASI.POJOKSATU.ID - BPBD Kabupaten Bekasi bergerak cepat merespons banjir yang meluas di 75 titik wilayah terdampak.
Dengan jumlah korban mencapai 19.408 kepala keluarga, personel BPBD disiagakan selama 24 jam untuk memastikan keselamatan warga serta kelancaran distribusi bantuan logistik.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, Muchlis, mengatakan pihaknya langsung melakukan evakuasi dan pendataan begitu genangan air meluas akibat hujan deras yang mengguyur sejak Kamis malam.
“Tim masih melakukan pendataan lanjutan. Evakuasi dan distribusi bantuan logistik sudah dilakukan di sejumlah lokasi terdampak,” ujar Muchlis, di Cikarang, Jumat 20 Februari 2026.
Sebanyak 94 KK atau 376 jiwa terpaksa mengungsi karena rumah mereka terendam dan akses lingkungan terputus.
Tiga titik pengungsian telah didirikan, yakni di Kantor Kecamatan Tambun Utara serta dua lokasi di Desa Karangraharja.
Baca Juga: Dikepung Debit Tinggi, Normalisasi Kali Bekasi Tetap Dikebut di Tengah Musim Hujan
BPBD tidak bekerja sendiri. Penanganan darurat dilakukan melalui koordinasi lintas sektor bersama BPBD Provinsi Jawa Barat, TNI-Polri, Taruna Siaga Bencana, Palang Merah Indonesia, Balai Besar Wilayah Sungai, hingga PJT II.
Kolaborasi ini difokuskan pada evakuasi warga, pendirian tenda pengungsian, serta distribusi bantuan kebutuhan dasar.
Muchlis menegaskan keselamatan warga menjadi prioritas utama, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas.
Baca Juga: Selama Ramadhan 2026, Jam Masuk Sekolah di Kota Bekasi Mulai Pukul 08.00
“Fokus utama penanganan adalah keselamatan warga, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, warga lanjut usia serta penyandang disabilitas,” tegasnya.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, menambahkan bahwa pihaknya melakukan asesmen cepat di lapangan karena debit air di beberapa titik masih fluktuatif dan berpotensi bertambah.
“Debit air di beberapa titik masih fluktuatif. Kami menyiagakan personel 24 jam untuk memantau perkembangan, terutama di wilayah yang berdekatan dengan aliran sungai dan tanggul,” ujar Dodi, di Bekasi, 20 Februari 2026.
Distribusi logistik difokuskan pada kebutuhan dasar warga terdampak, termasuk makanan siap saji untuk sahur dan berbuka puasa, air bersih, selimut, serta perlengkapan bayi dan lansia.
Mengingat bencana terjadi di awal Ramadan, dapur umum telah diaktifkan untuk memastikan kebutuhan konsumsi pengungsi tetap terpenuhi.
Baca Juga: Patroli Perintis Presisi Polres Metro Bekasi Sigap Tangani Kecelakaan di Cikarang Timur
“Selama Ramadhan, kami pastikan kebutuhan pengungsi terpenuhi. Dapur umum sudah diaktifkan di titik pengungsian, dan kami berkoordinasi dengan lintas sektor agar suplai logistik tidak terputus,” kata Dodi.
Selain penanganan di pengungsian, tim gabungan juga terus melakukan pemantauan di wilayah yang masih terendam, termasuk daerah dengan potensi longsor dan angin kencang.
Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi risiko lanjutan serta mempercepat respons apabila terjadi kondisi darurat tambahan.
Dengan siaga penuh dan koordinasi lintas sektor, BPBD Kabupaten Bekasi berharap dampak banjir dapat ditekan seminimal mungkin.
Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat tetap waspada serta segera melaporkan kondisi darurat agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.***




