BEKASI.POJOKSATU.ID - Banjir rob yang melanda pesisir Kabupaten Bekasi selama enam hari terakhir tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga menenggelamkan ribuan hektare tambak ikan milik masyarakat.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran para petambak yang menggantungkan penghasilan dari budidaya bandeng dan udang.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, mengatakan bahwa laporan pemerintah desa mencatat sekitar 2.190 hektare tambak terdampak banjir rob.

Baca Juga: Masjid di Muaragembong Terendam Banjir Rob, Warga Minta Pemkab Bekasi Lakukan Penanganan Serius

“Pemerintah desa juga melaporkan 2.190 hektare tambak ikan ikut terendam akibat banjir rob,” ujarnya, Senin 8 Desember 2025.

Ia menjelaskan bahwa tim BPBD bersama relawan terus memantau kondisi pasang air laut yang masih berubah-ubah. Bantuan logistik darurat mulai didistribusikan ke wilayah yang sulit diakses.

“Warga membutuhkan makanan siap saji, air bersih, dan alas tidur karena sebagian rumah sudah tidak bisa ditempati,” terang Dodi.

Pemerintah daerah juga tengah menyiapkan langkah penanganan lanjutan, termasuk membuka posko pengungsian jika kondisi air pasang kembali meningkat.***