BEKASI.POJOKSATU.id - Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tunas Sejahtera di Desa Tamanrahayu, Setu, Kabupaten Bekasi, harus mengalami kenyataan pahit ribuan bibit lele mati setelah 2 pekan dibudidaya, Minggu, 11 Januari 2026. Cuaca ekstrem diduga kuat menjadi penyebabnya.

Direktur BUMDes Tunas Sejahtera, Ahmad Yunus, mengatakan lele yang mati diperkirakan mencapai 5.000 ekor dari total 35.000 bibit yang sedang dibudidayakan. Panjang lele yang mati baru mencapai 5 sentimeter.

"Iya, ada sekitar 5.000 ekor. Tadi pagi dari Dinas Perikanan sudah mengecek langsung ke kolam kita," tutur Yunus saat ditemui usai Musrenbang, Kamis, 15 Januari 2026.

Dugaan sementara, penyebab kematian lele itu karena faktor cuaca. Beberapa hari terakhir curah hujan tinggi dan sinar matahari minim.

Baca Juga: Tim Monitoring Pastikan Usulan Desa Tamanrahayu Terealisasi

"Hampir satu minggu ini kan tidak ada panas, hujan terus-menerus. Hujan menyebabkan cacar pada ikan lele, ditambah tidak ada sinar matahari sama sekali," tutur pengelola kolam budidaya lele, Hani.

Yunus bersama Sekretaris Aris Suryana dan Bendahara Iwan Komarudin masih turut mendampingi tinjauan dari pihak Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi. Estimasi kerugian masih dalam perhitungan.

Di tempat budidaya ikan lele BUMDes Tunas Sejahtera ada total 28 kolam: 12 kolam budidaya, 10 kolam bibit dan 6 kolam cadangan untuk masa panen. Dia menargetkan lele ini dapat dipanen pada Maret 2026 dengan besaran 8 sampai 9 ekor per kilogram.***