BEKASI.POJOKSATU.id – Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama DPRD Kabupaten Bekasi resmi menyetujui hasil evaluasi Gubernur Jawa Barat terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bekasi 2026.
Kesepakatan tersebut ditetapkan dalam rapat yang digelar di Gedung DPRD Kabupaten Bekasi, Rabu, 24 Desember 2025.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menyampaikan bahwa nilai Rancangan Akhir APBD (RAPBD) Kabupaten Bekasi 2026 mencapai Rp7,7 triliun.
Anggaran tersebut bersumber dari berbagai pos, mulai dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), transfer pemerintah pusat, pendapatan bagi hasil dengan provinsi, pembiayaan lainnya, hingga sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa).
Baca Juga: Kejagung Tangkap Gus Yazid di Cikarang, Tersangka TPPU Kasus Korupsi Aset Tanah Negara Cilacap
Menurut Asep, hasil evaluasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat menunjukkan bahwa hampir seluruh belanja mandatori dalam APBD Kabupaten Bekasi 2026 telah terpenuhi sesuai ketentuan.
Pada sektor infrastruktur, Kabupaten Bekasi mengalokasikan anggaran sebesar 8,3 persen, melampaui batas minimal yang direkomendasikan pemerintah provinsi sebesar 7,5 persen. Alokasi tersebut difokuskan pada perbaikan jalan, peningkatan penerangan jalan umum, serta program normalisasi dan pengembangan irigasi.
Selain itu, sektor pertanian juga memperoleh anggaran di atas ketentuan minimum. Jika batas minimal ditetapkan sebesar 2 persen, Kabupaten Bekasi menganggarkan sekitar 2,3 persen. Sementara belanja untuk sektor kesehatan dan pendidikan juga tercatat telah melampaui batas mandatory spending.
Kabupaten Bekasi juga mendapat dukungan tambahan dari pemerintah pusat berupa anggaran sebesar Rp76 miliar yang akan digunakan untuk pembangunan irigasi.
Baca Juga: KPK Telusuri Dalang Penghapusan Chat di Handphone Sitaan Pemkab Bekasi
Ke depan, Pemkab Bekasi akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, termasuk dalam pembahasan bantuan keuangan provinsi untuk mendukung berbagai program strategis daerah.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menaruh perhatian besar terhadap pembangunan Kabupaten Bekasi, khususnya pada sektor infrastruktur, pertanian, kesehatan, pendidikan, serta pengelolaan lingkungan hidup.***




