BEKASI.POJOKSATU.ID - Tumpukan sampah liar yang memenuhi bantaran kali pengairan di sepanjang Jalan Tanggul, Desa Karangraharja, Kecamatan Cikarang Utara, kini memicu kekhawatiran baru.

Warga takut kondisi tersebut dapat menyumbat aliran air dan memicu banjir lokal, terutama saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Sampah rumah tangga yang dibungkus karung putih dan plastik terlihat menumpuk di garis sempadan sungai.

Baca Juga: Bekas Bangli Ditinggal Tanpa Pagar, Bantaran Kali Karangraharja Berubah Kumuh dan Bau

Tak hanya berserakan di antara puing-puing bekas bangunan liar yang sebelumnya ditertibkan, sebagian sampah bahkan sudah mendekati bibir aliran air.

Aroma tak sedap menyengat sepanjang jalan yang menjadi jalur alternatif kendaraan menuju Pilar maupun sebaliknya.

Namun bagi warga sekitar, persoalan bau bukan satu-satunya ancaman. Risiko luapan air saat hujan menjadi kekhawatiran utama.

Baca Juga: Ramadan 1447 H, Aparatur Desa Cijengkol Rutinkan Tadarus

Warga setempat, Amir Suhendi (67), mengaku waswas setiap kali hujan turun dengan intensitas tinggi.

Ia menyebut aliran air di sekitar lokasi kerap membawa sampah hingga ke selokan dan badan jalan.

“Kalau hujan, airnya suka mengalir ke jalan dan selokan. Takutnya jadi sarang penyakit. Apalagi kalau sampahnya makin banyak, bisa nyumbat aliran,” ujar Amir, Senin 2 Maret 2026.

Baca Juga: Jadwal Pasar Murah Bersubsidi Kota Bekasi Tanggal 2 Sampai 6 Maret 2026, Hanya untuk Pemegang Kupon

Menurutnya, tumpukan sampah di sempadan kali berpotensi mempersempit ruang aliran air.

Jika dibiarkan, kondisi ini bisa memperburuk sistem drainase yang sudah ada dan meningkatkan risiko genangan di sekitar permukiman.

Sebelumnya, lahan tersebut merupakan lokasi bangunan liar yang telah ditertibkan.

Namun setelah penggusuran, tidak ada penataan lanjutan seperti pemagaran atau pengawasan rutin.

Akibatnya, lokasi tersebut berubah fungsi menjadi tempat pembuangan sampah liar.

Baca Juga: Polisi Tangkap 10 Remaja dan Sita Sajam saat Antisipasi Tawuran di Cikarang Utara

“Waktu habis ditertibkan sempat rapih, cuma puing-puing saja. Tapi karena dibiarkan lama, sekarang penuh sampah. Kalau terus begini, bukan cuma kumuh tapi bisa bahaya saat hujan,” tambahnya.

Camat Cikarang Utara, Enop Can, mengakui kondisi bantaran kali tersebut memang dipenuhi sampah liar.

Pihaknya telah melakukan pengecekan bersama Satpol PP dan UPTD Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi.

Baca Juga: Pelajar SMP di Cikarang Utara Jadi Korban Penganiayaan, Keluarga Lapor ke Polisi

“Kami sudah mengecek bersama Satpol PP dan UPTD Kebersihan DLH Kabupaten Bekasi. Kami tidak tahu siapa yang membuang,” kata Enop.

Sementara itu, Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menyatakan pemerintah daerah akan memperketat pengawasan untuk menekan praktik pembuangan sampah liar.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah menggandeng TNI dan Polri serta menggelar sayembara bagi warga yang melaporkan pelaku.

Baca Juga: Anggota DPRD Kota Bekasi Soroti Banjir dan Ketimpangan Infrastruktur di Kota Bekasi

“Kita akan membuat sayembara. Apabila masyarakat mengetahui yang membuang sampah (sembarangan), akan kita kasih hadiah. Jika ada yang melaporkan, akan kita tindak sesuai Perda,” ujar Asep.

Meski ada rencana pengawasan, warga berharap tindakan cepat dilakukan untuk membersihkan dan menata kembali bantaran kali tersebut.

Mereka menilai, pencegahan banjir tak cukup hanya dengan penindakan, tetapi juga perlu pembenahan fisik dan pengelolaan drainase yang serius.

Bagi warga Karangraharja, tumpukan sampah di sempadan sungai bukan sekadar persoalan estetika lingkungan.

Ancaman luapan air dan gangguan kesehatan saat musim hujan menjadi risiko nyata yang kini membayangi permukiman mereka.***