BEKASI.POJOKSATU.id - Air bersih menjadi hal yang langka dan berharga bagi warga Desa Sukamakmur, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi.

Sebulan terakhir ini mereka mengalami kesulitan air bersih. Air tanah sulit keluar dari pompa air yang mereka pasang di rumah.

Narmi, warga Kampung Pembetokan, terpaksa harus mengeluarkan uang demi membeli air bersih setiap harinya.

Baca Juga: Warga Terdampak Kekeringan di Desa Sukamakmur Belum Pernah Dapat Bantuan Air Bersih dari Pemerintah

Untuk 19 liter air dalam wadah yang kerap disebut galon, Narmi harus membayar Rp5 ribu.

"Sehari kadang lebih dari 2 galon, bisa 30 ribu sehari untuk air bersih. Buat minum, masak, dan segala-gala," tutur dia kepada wartawan bekasi.pojoksatu.id, Rabu, 4 Oktober 2023.

"Bingung karena banyak pengeluaran. Tadinya air tidak beli, sekarang beli setiap hari. Penghasilan berkurang," kata dia.

Suaminya bekerja sebagai penjual barang rongsok di Jakarta, penghasilannya tidak menentu, apalagi kalau di tempat dagangan sedang sepi.

Baca Juga: Mie Gacoan Buka Cabang Baru di Cikarang, Siap Serap Tenaga Kerja Lokal

"Ke depan biar lancar lagi air supaya tidak banyak pengeluaran," kata dia.

Kepala Dusun III Desa Sukamakmur, Warman Supriatna, mengatakan kekeringan melanda sejak sebulan terakhir.

Pada tahun-tahun sebelumnya, Desa Sukamakmur hampir tidak pernah dilanda kekeringan.

Warman menyebut kekeringan melanda secara umum di desa, sampai-sampai warga yang berada tak jauh dari pintu air depan kantor desa pun mengalaminya.

Baca Juga: Hipmi Kabupaten Bekasi Salurkan Air Bersih di 3 Kecamatan Terdampak Kekeringan

"Air belum ada bantuan dari BPBD, jadi warga beli di agen, dikirim sampai rumah 5 ribu rupiah," demikian kata dia.

Saat ditanya apakah pernah ada bantuan air bersih dari pemerintah, baik Narmi dan Warman sama-sama menjawab belum pernah ada.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan awal musim hujan akan terjadi pada bulan Oktober sampai dengan Desember sementara Puncak musim hujan akan terjadi pada Januari sampai dengan Februari***